MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah mempercayai Universitas Negeri Makassar (UNM) menjadi garda terdepan dalam memperbaiki kondisi pendidikan di Sulsel.
Nurdin Abdullah, melantik Prof Muhammad Jufri sebagai Kepala Dinas Pendidikan Sulsel di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Selasa (18/8). Prof Jufri sendiri adalah Dekan Fakultas Psikologi UNM hingga dirinya dilantik menjadi kepala dinas.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami sungguh berharap UNM harus ada di garda terdepan untuk membenahi pendidikan,” kata Nurdin Abdullah saat pelantikan.
Ia berharap, Prof Jufri sebagai Kadis Pendidikan Sulsel, banyak inovasi untuk mendorong peningkatan kualitas pendidikan di Sulsel.
Salah satu tugas yang diberikan oleh gunernur adalah menuntaskan masalah zonasi guru yang ditugaskan jauh dari keluarganya.
“Saya berharap dituntaskan mengenai zonasi guru, karena masih ada guru yang masih jauh dalam mengajar. Dan banyak lagi inovasi-inovasi kita yang akan mendorong kualitas pendidikan kita,” ujarnya.
Sebab, transportasi dalam melakukan rotasi para kepala sekolah dan guru dianggap Nurdin sangat diperlukan.
Rektor UNM, Prof. Husain Syam yang turut menghadiri acara pelantikan tersebut merasa bahagia karena ini menjadi penanda UNM menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kemajuan pendidikan di Sulsel, dan secara kelembagaan akan bersama-sama memajukan pendidikan di Sulsel.
“Ini pelantikan spesial karena dia tidak sendiri hadir, secara kelembagaan semua pimpinan hadir memberikan pernyataan bahwa UNM menjadi bagian totaliti mengakselerasi pendidikan di Sulsel,” ungkapnya.
Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Sulsel yang baru, Prof Jurfri menjelasjan dirinya akan bekerja sesuai dengan apa yang menjadi visi gubernur setelah pelantikan ini. Serta berkolaborasi dengan seluruh stakeholder dalam bidang pendidikan untuk bersama-sama berakselerasi.
“Ini menjadi amanah bagi saya untuk memajukan pendidikan di Sulsel, bersama dengan intruksi dari bapak gubernur apa yang menjadi visi beliau, dan berkolaborasi dengan stakeholder yang ada untuk membuat inovasi-inovasi baru dan layanan maksimal dalam pendidikan,” ungkapnya. (**)

