ikut bergabung

PKPU 13 Terbit, Pengundian Letak Gambar Paslon Pilkada Gowa Hanya Dihadiri 10 Orang

Sulsel

PKPU 13 Terbit, Pengundian Letak Gambar Paslon Pilkada Gowa Hanya Dihadiri 10 Orang

GOWA, UJUNGJARI.COM — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gowa telah melakukan pengundian tata letak gambar paslon untuk kertas suara yang berlangsung terbatas di ruang Maroa 1 Hotel Rinra Makassar, Kamis (24/9/2020) pukul 15.00 Wita.

Pengundian tata letak gambar paslon ini dilakukan KPU lantaran di Gowa hanya ada satu pasangan calon yang menjadi peserta Pilkada Serentak 2020 di Kabupaten Gowa. Dimana paslon AdnanKio berhadapan dengan kotak kosong.

Pengundian tata letak gambar paslon inipun dilakukan sangat terbatas hanya diikuti 10 orang dalam satu ruangan besar. Yang dibolehkan masuk hanya anggota Bawaslu dua orang, pasangan calon AdnanKio dan selebihnya adalah komisioner KPU Gowa.

Sementara para Forkopimda, tim LO paslon dan awak media hanya bisa mengikuti jalannya prosesi pengundian tata letak gambar itu melalui layar LCD yang disiarkan langsung dari dalam ruangan acara.

Ketua KPU Gowa Muhtar Muis kepada awak media seusai pengundian tata letak gambar paslon mengatakan aturan ini terpaksa diberlakukan lantaran KPU RI baru menyampaikan aturan baru PKPU 13 tahun 2020.

“Aturan baru PKPU 13 tahun 2020 tentang penerapan protokol kesehatan Pilkada ini baru kami terima tengah malam, sehingga pagi-pagi sekali langsung kami ubah rundown acara kegiatan yang sudah dipersiapkan sebelumnya,” jelas Muhtar.

Dikatakan Muhtar, PKPU 13 tahun 2020 ini merupakan perubahan kedua dalam masa pandemi covid-19.

“Dalam PKPU ini sudah sangat tegas dijelaskan dari tehnis pelaksanaannya bahkan sampai ke sanksi-sanksinya. Makanya begitu kami dapat pemberitahuan dari KPU RI, kami langsung ubah format kegiatan yang semula mengundang beberapa pihak termasuk Forkopimda hingga parpol pengusung/pendukung serta tim pemenangan paslon, secara tetiba kita harus batasi keberadaan dalam ruangan,” jelasnya.

“Jadi para tetamu undangan hanya sempat mengikuti deklarasi Pilkada Damai Paslon yang ditandai penandatanganan pakta integritas paslon dan penandatanganan acara deklarasi damai pilkada oleh jajaran paslon, pimpinan KPU, pimpinan Bawaslu serta para Forkopimda. Setelah acara deklarasi usai kemudian baru kami lakukan pengundian tata letak gambar paslon ini dan dihadiri hanya 10 orang dalam ruangan, termasuk kepada media pun kami batasi,” jelas Muhtar.

Jika melanggar ketentuan PKPU 13 tahun 2020 ini jelas Muhtar, sanksinya bisa diskualifikasi terhadap paslon.

“Tapi tentunya sampai dimana tingkat pelanggarannya, sanksinya dilihat dari situ. Makanya kami imbau masyarakat secara umum tim pemenangan paslon untuk sama-sama menerapkan Prokes dengan baik agar tidak ada yang dirugikan. Termasuk kami komisioner bisa kena sanksi apalagi paslon,” tandas Ketua KPU Gowa. (sar)

Komentar Anda

Channel

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Berita lainnya Sulsel

Populer Minggu ini

Arsip

To Top