ikut bergabung

Motif Pembunuhan Pelajar di Bajeng Terungkap, Dalangnya Pasutri

Kriminal

Motif Pembunuhan Pelajar di Bajeng Terungkap, Dalangnya Pasutri

GOWA, UJUNGJARI.COM -Kasus pembunuhan seorang pelajar berusia 17 tahun berinisial MA di pinggir kanal Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa pada Minggu (8/11/2020) dinihari kini mulai terungkap.

Dalam 1×24 jam, Polisi dari Tim Anti Bandit Sat Reskrim Polres Gowa berhasil menangkap sembilan orang pelaku dan Selasa (10/11/2020) sore berhasil ditetapkan tersangka. Dari hasil penyelidikan Polisi, para pelaku pembunuhan pelajar ini dilakukan oleh 10 orang remaja. Namun Polisi baru berhasil menangkap sembilan pelaku sementara satu orang bernama Ds, buron.

Dari sembilan tersangka yang kini menghuni sel tahanan Polres Gowa, satu diantaranya adalah perempuan bernama Ad.

Ad ini adalah istri dari pelaku utama bernama Fa. Pasangan suami istri (pasutri) ini memang adalah dalang dari tewasnya MA yang ditemukan telentang tak bernyawa di pinggir kanal Bajeng dengan luka tikaman di bagian perut yang membuat organ dalam korban terlihat keluar.

Kasat Reskrim Polres Gowa AKP Jufri Natsir saat merilis kasus ini, Selasa (10/11/2020) pukul 20.00 Wita di halaman mako Polres Gowa menjelaskan jika kasus ini bermotif asmara.

” Setelah beberapa hari ini kita melakukan penyelidikan terhadap kasus penikaman pelajar di Bajeng, ternyata dalangnya adalah pasutri bernama Fa dan Ad. Kami sudah menangkap suami istri ini bersama tujuh orang pelaku lainnya. Mereka berhasil ditangkap dalan waktu 1×24 jam setelah ditemukannyabmayat korban. Cuma masih ada satu orang pelaku yang DPO dan sementara dicari oleh Tim Anti Bandit,” jelas AKP Jufri Natsir kepada sejumlah media.

Dikatakan Kasat Reskrim, kematian korban tersebut ternyata diotaki olah Fa dan Ad tersebut.

Kasat Reskrim pun lalu menjelaskan kronologis kejadian. Dipaparkannya, semua itu berawal dari rasa cemburu Fa karena menemukan isi chatingan istrinya dengab korban. 

Hanya saja, Ad mengelak bahwa dia ada hubungan asmara dengan korban. Justru Ad membalikkan fakta jika korbanlah yang selalu mengganggu dirinya melalui chatingan-chatingan WhatsApp.

Rasa cemburu Fa pun berubah menjadi amarah. Dia pun ingin membuat jera korban dan Ad mendukung penuh rencana suaminya. 

Seolah tak ada hubungan dengan korban, Ad membantu niat suaminya untuk membuat jera korban.

” Jadi suami istri ini pun menyusun rencana. Ad menghubungi korban lewat chatingan WA dengan mengajak korban ketemuan di suatu tempat di Bajeng. Pinggir kanal yang sepi pun disepakati. Kemudian pelaku utama menghubungi teman-temannya dan menyampaikan awal masalah yang dihadapi istrinya. Tanpa lama, mereka semua ber-10 berangkat ke TKP. Sesampai di TKP, ternyata korban sudah lebih dahulu tiba. Lalu Ad dan Fa mengatur rencana. Fa dan teman-temannya yang lain sembunyi di tempat sepi sedang Ad berada di motornya sendirian. Saat Ad terlihat oleh korban, korban lalu mendekati Ad kemudian memeluk Ad. Ternyata saat dipeluk itulah Ad berteriak. Lalu muncullah pelaku utama bersama dua rekannya yakni Mi dan Sa. Korban lalu dipukuli oleh Mi dan Sa, sedang Fa langsung menikam korban kebagian perut menggunakan badik yang telah dibawanya dari rumahnya. Tikaman Fa cukup sadis sehingga organ dalam perut korban keluar. Para pelaku pun kemudian kabur,” beber AKP Jufri Natsir.

Kasat Reskrim menjelaskan detil penyebab peristiwa tersebut. Ditanya apakah ada jalinan asmara antara Ad dengan korban, AKP Jufri Natsir mengatakan tidak ada hubungan asmara.

” Cuma antara korban dengan pelaku Ad sering berkomunikasi lewat WA dan Ad mengenal korban saat bertemu di tempat servis arloji. Hingga kemudian antara Ad dan Ma mulai sering berkomunikasi. Dari pengakuan pelaku utama bahwa motifnya adalah siri’ (aib keluarga). Jadi memang rencana ini sudah diatur dari awal. Jadi sudah ada perencanaan. Motifnya adalah asmara. Karena menurut pelaku, istrinya sering diganggu oleh korban,” papar Kasat Reskrim lagi.

Ke-sembilan tersangka ini tambah AKP Jufri Natsir, dikenai Pasal 80 ayat 3 KUHP tentang anak dan UU No 35 tahun 2004 dengan ancaman 15 tahun penjara. 

” Dari pemeriksaan para tersangka, lima diantaranya berusia dewasa yakni Ar, Ag, Iq, Ib dan Mi, sedang masih dibawah umur yakni Ad, Fa, Ri, Sa dan Ds. –

Komentar Anda

Channel

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Berita lainnya Kriminal

Populer Minggu ini

Arsip

To Top