MAKASSAR, UJUNGJARI– Dalam kaitan memperingati hari Museun, Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Provinsi Sulawesi Selatan menggelar seminar hari museum yang bertemakan, museum dalam bingkai solidaritas dan persatuan.
Kegiatan seminar dilaksanakan dalam dua tahapan yang diikuti dari berbagai kalangan, khususnya yang berkecimpung disektor budaya dan Kepariwisataan.
Seminar hari museum dilaksanakan, Jumat 6 November 2020 di Hotel Aswin Makassar dan dibuka oleh Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Provinsi Sulsel, Bruno Rantetana, SH.
Menurutnya, museum merupakan wadah ragam koleksi sejarah dan budaya satu bangsa. Olehnya, museum diharapkan bisa terus berkembang hingga menjadi bingkai pemersatu bangsa.
“Diera global saat ini peradaban luar malah lebih cenderung menjadi perhatian. Bahkan eksistensi museum terkesan terkikis. Kita tak ingin sejarah dan budaya kita terabaikan. Dibutuhkan karya dan ide kreatif agar museum tetap dihati kita dan menjadi wadah kebhinnekaan tetap lestari,”terang Bruno Rantetana.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bruno Rantetana juga menghimbau kepada masyarakat, terutama penerus bangsa untuk tetap berkarya dan melestarikan museum tidak menjadi kuno dan terabaikan.
“Kita mesti buat museum dan segala aktivitasnya tidak hanya seremonial melainkan momentum peradaban,”jelasnya. (*)

