PANGKEP, UJUNGJARI.COM — Faisal Ma’arif  (24) yang sehari-hari bekerja sebagai sopir, Selasa (16/2) ditemukan tewas dalam kondisi leher terlilit dasi (Kacu) Pramuka.

Warga Kampung Paccelang Kelurahan Anrong Appaka Kecamatan Pangkajene, ini ditemukan oleh Ibu kandungnya dalam kondisi tergantung.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kapolsek Pangkajene AKP Asgar, mengungkapkan korban diduga tewas akibat gantung diri.

Berdasarkan kronologis kejadian, sekitar pukul 08.09 wita. Ibu kandung korban Hj. Anti binti Baso Ujung (45) hendak pergi mengajar. Saat itu korban bertanya kepada ibunya, “sudah mau pergi mama,” ? kata korban.

Ibunya lalu menjawab “iya nak”, kemudian ibunya pergi mengajar. Sedangkan nenek korban yang tinggal serumah sementara memperbaiki pot bunga.

Ia tak menyangka kalau cucunya ditemukan dalam keadaan tergantung pada pukul 13.00 Wita. Ketika itu ibu korban kembali ke rumah usai mengajar di sekolah.

Namun ia merasa kenapa korban tak menemui saat ibunya datang. Hj Anti merasa heran karena biasanya apabila sudah mendengar suara motor ibu korban. Faisal langsung menemui ibunya sedangkan ini tidak.

Hj Anti yang mulai ragu dengan kondisi ini. Ia langsung menuju kamar korban. Tetapi kamar itu terkunci dari dalam sehingga ibunya membuka paksa pintu ini. Alangkah kagetnya Ibu ini saat menemukan anaknya korban dalam posisi tergantung dengan menggunakan kacu pramuka (dasi pramuka).

Sontak saja Ibu korban histeris menemukan putranya dalam keadaan tergantung. Faisal kemudian dibawa ke Rumah Sakit Batara Siang (RSBS), namun nyawanya tidak bisa diselamatkan karena diperkirakan sudah meninggal dunia saat dilarikan ke RSBS.

Kapolres Pangkep AKBP Endon Nurcahyo, yang dikonfirmasi, membenarkan kejadian tersebut, “Benar ada seorang pemuda pekerjaan sopir gantung diri dengan menggunakan dasi pramuka,” ujarnya.

“Penyidik Polres telah melakukan olah TKP namun tidak dilakukan otopsi karena ibu korban menolak,” ujar Endon. (Udi)