MAKALE, UJUNGJARI.COM — SMA 12 Tana Toraja di kecamatan Mappak sejak 2019 lalu tertimpa longsor. Pada Senin (17/5) longsor serupan kembali terjadi.
Tidak korban jiwa dalam bencana tersebutl. Namun menganggu proses belajar mengajar, sebab baik guru maupun siswa panik dan khawatir akan terjadi longsor susulan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Longsor yang terjadi di halaman SMA 12, lantaran hujan lebat mengguyur wilayah Mappak dan sekitarnya, sejak Minggu pekan lalu.
Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan Fraksi Golkar John Rende Mangontan (JRM) sebelumnya melakukan reses di sekolah tersebut. Ia menyesalkan Diknas Provinsi Sulsel tidak ada perhatian terhadap bencana longsor di SMA 12 Tana Toraja.
Ketua Bapera Sulsel ini geram setelah menerima laporan dari Kepsek SMA 12 Mappak, jika Senin (17/) malam longsor kembali terjadi bagian depan sekolah.
Kepada media ini JRM jelaskan, longsor SMA 12 tahun 2019 lalu kurang lebih 2 tahun tidak ada perhatian Pemprov Sulsel melalui OPD Dinknas Provinsi.
Padahal kondisi bangunan sekolah sudah memprihatinkan, bahkan terkesan Pemprov Sulsel lalukan pembiaran.
Dengan terjadinya dua kali longsor menimpa SMA 12 Mappak, tidak ada lagi alasan Pemprov menunda perbaikan sebab menyangkut persoalan nyawa siswa-siswi dan guru.
“Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel tidak perlu lagi beretorika terhadap fenomena SMA 12 Mappak diwilayah terpencil Toraja Barat. Jangan sampai ada korban jiwa baru bergerak,” tutur JRM.
Anggota Komisi E DPRD Provinsi Sulsel ini berharap dua hal mendesak yang harus ditangani Pemprov Sulsel di SMA 12 Mappak, selain rekonstruksi bangunan ruang kelas belajar (RKB), juga reboisasi untuk mencegah longsor. (agus)

