PANGKEP, UJUNGJARI.COM — Selain menandatangani MoU dengan PT Agrotama, Bupati Pangkep Muhammad Yusran Lalogau (MYL) ikut menanam kacang ijo bersama kepala dinas Pertanian Provinsi Sulsel Andi Ardian Caco dan unsur Forkopimda di desa Parenreng, Kecamatan Segeri, Kamis (10/6).

Kadis Pertanian Pemprov Sulsel, Andi Ardian Caco, menyatakan Pangkep salah satu daerah penghasil kacang ijo terbesar di Sulsel.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kacang ijo menjadi varietas utama pilihan petani, karena banyaknya permintaan pasar, khsususnya dari negara Asia.

“Seperti negara tetangga Asia yang selalu membutuhkan permintaan expor untuk bahan pangan. Kita harus tau sektor pertanian adalah sektor yang bertumbuh dan akan kedepannya membawa Indonesia ke peningkatan ekonomi yang signifikan,” kata Andi Ardian.

Menurut anak mantan bupati pertama Pangkep itu mengatakan, ia sengaja mengajak jajarannya turun langsung menanam kacang ijo, karena berbeda dengan pelatihan yang digelar di kantor.

Sementara itu, Bupati Pangkep MYL menyampaikan, pemerintah terus berupaya meningkatkan pertanian di Pangkep. Olehnya itu, ia menjalin kerjasama dengan berbagai pihak demi peningkatan pertanian.

Mantan ketua DPRD Pangkep itu juga berharap, agar para petani menyerap ilmu jika ada pelatihan.

Ia juga mengapresiasi penyuluh dalam mendampingi petani.

“Sebab, jika pertanian meningkat tentu kesejahteraan petani juga ikut meningkat. Dan itu yang menjadi harapan kita semua,” ujar MYL.

Sementara itu, Kepala dinas Pertanian Pangkep Andi Sadda dalam laporannya menyampaikan, Dinas Pertanian Sulsel telah memberikan bantuan bibit ke Pangkep yang dapat ditanam di luas area 100 Ha.

Bantuan bibit itu tersebar di empat kecamatan, Tondong, Tallasa, Laabbakkang dan Segeri.

“Untuk hari ini, kita tanam di lahan milik Gapoktan Sipatuo. Ini lokasi yang kita buat percontohan  biasanya  menghasilkan 1,5 ton perhektar,” beber Andi Sadda.

Ia menambahkan, MoU dengan PT. Agrotama ini dilakukan untuk menjamin hasil panen masyarakat kedepannya lebih memiliki nilai ekonomi dan tidak kesusahan dalam memasarkan hasil pertanian.  (Udi)