BARRU, UJUNGJARI.COM — Kejaksaan Negeri Barru kini membidik krisis obat yang terjadi RSUD Barru. Kepala Kejaksaan Negeri Barru Ardi Suryanto mengakui jika pihaknya dalam tahap pengumpulan bahan dan keterangan (pulbaket).

Kajari Ardi Suryanto yang ditemui Rabu (9/6) usai menerima kunjungan kerja Kajati Sulsel tak menampik jika pihaknya sedang mengumpulkan bahan keterangan (pulbaket) terkait kelangkaan obat di RSUD.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami sementara mengumpulkan bahan dan keterangan dari pihak terkait di RSUD. Kasus ini belum bisa dikatakan A1 karena pihak jaksa masih mempelajari dan sedang menghimpun baket,” ucap Ardi.

Kejari belum memberikan keterangan lebih jauh tentang masalah obat yang banyak dikeluhkan warga Barru. Bahkan sempat ramai diberitakan media.

Sementara itu pelapor masalah ini ke penegak hukum dari pihak LSM Gerak, Kadri kepada ujungjari.com, Jumat (11/6) menyatakan pihaknya telah melaporkan tiga item masalah yang terjadi di RSUD Barru.

“Ketiga masalah yang dilaporkan yaitu kelangkaan obat, laundry dan catering Rumah Sakit. Item-item inilah yang kami laporkan ke pihak Kejaksaan dan ke Unit Tipikor Reskrim Polres,” kata Kadri.

Kadri juga meminta keseriusan kedua lembaga hukum yang ditempati melapor yakni ke Kejaksaan dan Polres, untuk lebih fokus menyelidiki kasus ini.

“Apalagi masalah obat dan dua item lainnya yang menyangkut kepentingan orang banyak. Kami sudah berkoordinasi kepada kedua lembaga hukum ini. Hanya saja sampai saat ini, kami belum melihat adanya progres cepat dari apa yang kami laporkan,” pungkasnya. (Udi)