MAKASSAR,UJUNGJARI.COM Di ruang sidang Komisi B DPRD Kota Makassar, sebuah momentum penting baru saja terukir. Selasa 29 April 2025, deretan kursi dipenuhi oleh para pelaksana harian direktur utama perusahaan daerah (perusda) yang baru saja diangkat.

Mereka hadir bukan sekadar untuk bertukar sapa, tetapi untuk menjalin komitmen yang lebih besar, memperbaiki kinerja dan mengembalikan marwah perusda sebagai motor penggerak ekonomi daerah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua Komisi B, Ismail, membuka rapat dengan nada tegas namun penuh harap. Ia menyebut forum ini sebagai ruang silaturahmi awal, tetapi juga medan evaluasi awal.

“Kami ingin mendengar langsung visi dan strategi para dirut dalam memajukan perusda. Ini bukan lagi soal wacana, tapi komitmen untuk memberikan kontribusi nyata terhadap pendapatan asli daerah (PAD),” ujarnya.

Sorot matanya tajam ketika menyinggung akar persoalan klasik yang selama ini membelit perusda, tumpukan sumber daya manusia yang tidak efisien dan struktur organisasi yang tidak adaptif.

Ia menyebut langkah pengurangan karyawan di PD Pasar sebagai contoh awal, namun menilai itu belum cukup.

“Dari 650 karyawan, memang sudah dikurangi 100, tapi saya pikir harus lebih dari itu. Kita bicara efisiensi, kita bicara hasil,” tegasnya.

Ismail mengingatkan, evaluasi ini bukan sekadar memotong jumlah, melainkan memastikan setiap orang yang bertahan di tubuh perusda memiliki kompetensi dan semangat kerja yang sesuai dengan arah baru organisasi.

Tanpa itu, katanya, mimpi besar meningkatkan PAD hanyalah angan-angan yang berulang setiap tahun.
Lebih jauh, ia menyampaikan bahwa kinerja para direktur utama baru ini akan dipantau secara ketat selama tiga bulan ke depan.

Bukan untuk mencari kesalahan, tapi untuk memastikan janji-janji yang terucap dalam forum ini bertransformasi menjadi tindakan nyata.

“Kalau target tercapai dan PAD menunjukkan tren positif, kami tidak segan untuk merekomendasikan mereka sebagai pejabat definitif,” kata Ismail.

Di sisi lain, anggota Komisi B, William, turut menegaskan pentingnya langkah konkret dari para pimpinan perusda. Ia tak ingin masalah-masalah lama hanya menjadi rutinitas tahunan tanpa penyelesaian.

“Kami ingin perubahan yang bisa dilihat dan dirasakan. Jangan lagi sekadar seminar atau laporan,” ujarnya lantang.

William juga menyoroti keberadaan satuan tugas (satgas) dalam struktur perusda. Menurutnya, fungsi mereka harus dihidupkan kembali.

Tanpa pengamanan internal yang kuat, reformasi perusda bisa kembali berantakan seperti masa lalu.

“Satgas jangan hanya jadi simbol. Kalau tidak dimaksimalkan, kita akan kembali ke titik nol,” tutupnya. (bs)