GOWA, UJUNGJARI.COM — Perjuangan Pemerintah Kabupaten Gowa yang mengangkat Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) Kelurahan Bontonompo, Kecamatan Bontonompo untuk dapat meraih predikat terbaik dalam lomba Kampung KB yang dilakukan Tim Penilai Lomba Kampung KB tingkat Provinsi Sulsel berbuah manis.

Dari hasil penilaian Tim Penilai Lomba Kampung KB Provinsi Sulsel dan didasari berita acara hasil rapat penetapan tim pada Rabu (14/5) kemarin nomor 383/kk.01/j22/2025 tentang pengumuman lomba Kampung Keluarga Berkualitas tingkat Provinsi Sulawesi Selatan, memposisikan Kampung KB Bontonompo Kabupaten Gowa sebagai juara 1. Kampung KB Bontonompo berhasil mengumpulkan nilai 98.6 dengan inovasi unggulan yakni Sabar, Sweeping Ayo ke Posyandu, Ngopi Shubuh, Jumbara Stunting, Bontonompo Berseri, Jumadi, Konser Si Centing dan Gosip.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kampung KB Bontonompo ini berhasil menyisihkan dua peserta lainnya yakni Kampung KB Ungae Desa Citta, Kecamatan Citta, Kabupaten Soppeng dengan inovasi unggulan Terima Rapor, Dahsyat (Marasa), Gemilang edukasi Pilah Sampah, PKM, Kebun Dahsat, Si Kauber (sikau berre) dan Cintah (cinta tanpa sampah).

Dan juara 3 diraih oleh Kampung KB Saleka, Desa Tondon Langit, Kecamatan Tondon, Kabupaten Toraja Utara dengan raihan nilai 96.1. Toraja Utara memilili keunggulan inovasi yakni Kasih Ibu Penting, Rindu Cetting, Asik Besti, Ayahku, Aman, Siaga, Mellong, Venus, Konsep Dasar, Pendekar dan Perasaan Sehati.

Penilaian lomba berdasarkan hasil seleksi berbasis website Kampung keluarga berkualitas dan wawancara bersama yang dilakukan dewan juri penguatan Kampung keluarga berkualitas tingkat Provinsi Sulsel ditetapkan pada Rabu 14 Mei 2025 di ruang pola perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan.

Dengan raihan ini, Kampung KB Bontonompo berhasil menembus nasional untuk lomba Kampung KB tingkat nasional yang akan dilakukan dalam waktu dekat.

Atas prestasi ini, Lurah Bontonompo Syarifuddin Tompo kepada ujungjari.com, Kamis (15/5) siang mengaku sangat bersyukur sebab kerja keras seluruh masyarakat Kelurahan Bontonompo dalam mengaplikasikan Kampung KB ini mampu merebut posisi pertama dan akan mewakili Provinsi Sulsel di tingkat nasional.

Lurah Bontonompo Syarifuddin Tompo. (foto/ist)

“Alhamdulillah, semua berkat kerja keras masyarakat Kelurahan Bontonompo dimana semua elemen dan unsur bekerja kompak bukan hanya saat menjalani proses penilaian tapi selama masyarakat mengaplikasikan dan menjalankan seluruh inovasi yang dicetuskan bersama. Artinya program-program inovasi itu berjalan bukan hanya sebagai simbolik saja. Rasa syukur kami tak terhingga sebab apa yang kami capai ini tak lepas dari bimbingan Bupati Gowa Ibu Husniah Talenrang bersama Wakil Bupati Gowa bapak Darmawangsyah Muin, Sekkab Gowa bapak Andy Azis, Kadis PPKB bapak Sofyan Daud, Camat Bontonompo pak Syahrir dan juga kolaborasi kami dengan Puskesmas Bontonompo dan semua pihak terkait. Alhamdulillah rasa syukur kami tak terhingga sebab kita bisa tembus nasional, ” kata Lurah Bontonompo Syahrifuddin Tompo.

Dan sebagai langkah selanjutnya, kini Pemerintah Kelurahan Bontonompo kembali mempersiapkan diri untuk menuju penilaian Kampung KB tingkat nasional.

“Mohon motivasinya dan bimbingan kembali untuk kita semua berkolaborasi menjadi yang terbaik di tingkat nasional nanti, ” kata Syarifuddin Tompo.

Terpisah Kadis Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kabupaten Gowa Sofyan Daud yang dihubungi mengatakan, pihaknya sangat bersyukur atas capaian tersebut, apalagi Kampung KB Gowa ini berhasil menembus tingkat nasional untuk lomba yang sama nanti.

“Alhamdulillah Kampung Keluarga Berkualitas Kelurahan Bontonompo juara I di Sulsel. Ini adalah kerja keras dari Kelompok Kerja Kampung KB Kelurahan, Pak Lurah, mitra kerja kelurahan, PKK, PLKB, kader dan masyarakat. Keunggulannya karena banyak inovasi yang berkaitan pembangunan keluarga, penanganan stunting, lansia, kebersihan lingkungan. Juga adanya keterlibatan masyarakat yang tinggi dalam pembangunan melalui gotong royong yang didukung penuh pemerintah kecamatan dan pemerintah kabupaten, ” kata Sofyan Daud. –