GOWA, UJUNGJARI.COM — Pelaksanaan Salat Idul Adha yang digelar Pemkab Gowa di ruang terbuka yakni di lapangan Syekh Yusuf Sungguminasa pada Jum’at (6/6) pagi dihadiri ribuan jemaah yang datang dari berbagai kecamatan di Kabupaten Gowa.

Hadir sebagai Khatib salat Ied adalah Dzulfiqar Ahmad Tawalla yang merupakan Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI). Dihadapan ribuan jemaah itu, Dzulfiqar memberikan penguatan nilai keislaman dan empati sosial sebagai landasan dalam membangun bangsa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Orang Gowa bukan hanya dikenal karena keberanian dan keteguhannya, tapi juga karena ketulusan dan kepeduliannya. Tradisi saling bantu dan gotong royong masih hidup hingga hari ini. Ini adalah bentuk nyata dari makna kurban yang sesungguhnya,” sebut Dzulfiqar menyampaikan makna Idul Kurban yang sesungguhnya.

Selain menyampaikan tentang kisah pengorbanan Nabi Ibrahim AS dan meneladani nilai-nilai pengorbanan Nabi Ibrahim AS tersebut serta keikhlasan Nabi Ismail AS. Wamen P2MI juga mengingatkan agar masyarakat tidak melupakan sejarah Gowa. Dimana terdapat peranan besar kaum perempuan dalam sejarah Butta Gowa.

Dzulfiqar menyebutkan ada dua perempuan di zaman lampau tatanan kehidupan masyarakat Gowa yang terkenal karena keperibadian, kepemimpinan dan keteguhan.

SALAT. Wamen P2MI Dzulfiqar Ahmad Tawalla bersama Bupati Gowa Husnuah Talenrang serta pejabat Pemkab Gowa lainnya. (foto /ist)

“Ada dua perempuan hebat di Gowa (masa lalu) seperti I Tubiani Sitti Aminah Daeng Kunjung yang merupakan ibunda dari Syekh Yusuf Al Makassari serta peran besar ibunda Sultan Hasanuddin yakni I Sabbe Lo’mo Daeng Takontu Karaeng Pattopakang. Mereka itu sebagai figur-figur perempuan yang menjadi simbol keteguhan, kepemimpinan dan keberanian, ” tandas Wamen P2MI ini.

Sementara itu, Bupati Gowa Husniah Talenrang mengajak seluruh masyarakat untuk memperkuat kepedulian sosial dengan meneladani nilai-nilai pengorbanan Nabi Ibrahim AS dan keikhlasan Nabi Ismail AS.

Husniah juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan hari raya ini sebagai ajang memperbaiki diri, menguatkan keimanan serta meningkatkan kepedulian sosial di lingkungan masing-masing.

“Nilai-nilai keislaman yang hidup dalam masyarakat Gowa harus terus kita rawat, salah satunya melalui semangat berbagi dan gotong royong sebagai Pondasi penting dalam menggerakkan pembangunan daerah,” kata Bupati Gowa ini.

Selain mengingatkan soal kegotong royongan, Husniah juga memanfaatkan momen hadirnya ribuan masyarakat Gowa ini dengan menyampaikan sejumlah capaian penting dalam program 100 hari kerja bertajuk ‘Gowa Bersama’ yang telah dilaksanakannya.

“Gerakan Gowa Annangkasi telah berhasil mengubah wajah lingkungan Kota Sungguminasa yang kini lebih bersih dan tertata. Selain itu, Gerakan ‘Ayo Mengaji’ yang diterapkan di ratusan sekolah di Gowa kini diikuti oleh lebih dari 125 ribu siswa, sebagai upaya membangun karakter dan literasi Al-Qur’an di kalangan pelajar,” ucap Ketua DPW PAN Sulsel ini.

Upaya pengentasan kemiskinan ekstrem juga menunjukkan hasil positif. Seluruh keluarga miskin ekstrem telah menerima intervensi dari pemerintah dan pihak pendamping melalui berbagai bentuk dukungan, mulai dari bantuan ekonomi produktif hingga perbaikan tempat tinggal.

“Di bidang kesehatan, lebih dari 63 ribu warga telah mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis, dan ribuan keluarga yang berisiko stunting turut menerima perhatian serius. Di sektor keamanan, hasil kolaborasi antara Satpol PP, TNI dan Polri berhasil menurunkan angka kriminalitas serta memperkuat rasa aman masyarakat melalui penerangan di titik-titik rawan,” sambung Husniah.

Selain itu, Husniah juga menyampaikan apresiasi atas dukungan masyarakat terhadap pemerintahan yang bersih dan akuntabel. Dimana Pemkab Gowa kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang ke-13 dari BPK RI.

Diakui Bupati Husniah, raihan tersebut sebagai hasil dari kerja kolektif seluruh elemen pemerintah dan masyarakat.

“Capaian ini harus menjadi motivasi bersama untuk menjaga integritas dan meningkatkan pelayanan kepada rakyat,” kata Husniah.

Dalam pelaksanaan salat Idul Adha pengisi saf terdepan adalah Wakil Bupati Gowa Darmawangsyah Muin, Ketua DPRD Gowa Muhammad Ramli Siddik, Dandim 1409 Gowa, Letkol Inf Heri Kuswanto, Kapolres Gowa AKBP Muhammad Aldy Sulaiman dan Sekretaris Kabupaten Gowa Andy Azis Peter dan pejabat lainnya. –