GOWA, UJUNGJARI.COM — Masih ingat seorang pria bernama Udin atau lengkapnya Syamsuddin Arsyad yang tinggal di sebuah gubuk bekas kandang ayam di Desa Tamanyeleng, Kecamatan Barombong?

Udin adalah warga yang kesehariannya menghidupi dirinya dengan menjadi tukang cukur keliling dengan penghasilan seadanya. Karena melihat kehidupan miris Udin yang tinggal sendirian tanpa keluarga, membuat Bupati Husniah trenyuh.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bahkan saat melihat langsung fisik rumah Udin yang tak layak huni, Bupati Gowa menangis karena iba lantaran warga Tamanyeleng ini luput dari pendataan sebagai keluarga miskin ekstrem (KME).

Di saat itulah, Bupati Gowa ini langsung mengambil kebijakan menjadikan Udin sebagai keluarga asuhnya.

Bupati Gowa langsung mengintervensi keberadaan Udin ini. Rumah Udin pun masuk daftar bedah rumah. Dan Rabu (2/6) kemarin, rumah baru buat Udin diresmikan langsung oleh Bupati Gowa.

Penyerahan rumah layak huni bagi Udin ini disertai pemberian bibit tanaman cabai dan bibit itik atau bebek untuk dikembangbiakkan oleh Udin sebagai usaha sampingan sebagai tukang cukur keliling.

Selain rumah baru, Bupati Husniah juga menyerahkan perabotan rumah dan peralatan cukur baru untuk Udin. Rumah baru Udin tidak besar, namun cukup bagi Udin apalagi rumah barunya itu sudah disertai pemasangan jaringan listrik untuk penerangan dari PLN.

Udin yang menerima semua ini terlihat bahagia sebab dia tidak lagi tidur di kasur kusam dengan kelambu kusam. Rumah barunya sudah ada dan lengkap dengan perabotan juga listrik.

“Alhamdulillah, terimakasih banyak dan syukur sebesar-besarnya atas bantuan dari ibu Bupati Gowa ini. Saya tidak akan keliling lagi mencukur orang karena saya sudah bisa buka usaha cukur itu di rumah saja. Terimakasih kepada pemerintah karena saya dapat rumah lengkap perabot dan listriknya juga,” kata Udin.

Bupati Gowa Husniah Talenrang pun terlihat bersuka cita sebab membuat warganya tersenyum bahagia.

“Insya Allah kita akan terus bergerak menyelesaikan persoalan miskin ekstrem di wilayah Gowa baik yang terdata maupun tidak. Contohnya, Pak Udin ini tidak terdata dalam masyarakat miskin ekstrem, namun dengan turun lapangan kami dapatkan dan langsung bergerak cepat menyelesaikan semuanya yang Alhamdulillah disupport oleh berbagai pihak,” kata Husniah.

Husniah mengatakan, Pemkab Gowa memiliki Program One Day One District yang salah satu tujuannya untuk melihat dan mendengar langsung masalah masyarakat. Melalui program tersebut semakin banyak intervensi yang akan dilakukan pemerintah kedepan demi mewujudkan Gowa semakin maju dan sejahtera.

“Karena adanya One Day One District ini kita turun langsung ke lapangan dan menemukan masyarakat yang masih membutuhkan. Kita jajaki keberadaan KME. Bantuan yang diterimapun sangat didukung oleh pihak lain seperti rumah layak huni dari pengembang, listrik gratis dari PLN dan dari SKPD yang memberikan bantuan,” kata Bupati Gowa.

Bupati pun berharap dengan upaya dan intervensi yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Gowa dengan berkolaborasi berbagai pihak, persoalan miskin ekstrem di Gowa bisa tertangani dengan baik.

“Mudah-mudahan ini terus disupport oleh semua kalangan di Kabupaten Gowa bahkan dari luar. Kami mengajak semuanya untuk bergotong-royong dan saling berkontribusi, berkolaborasi untuk Gowa maju,” harap Husniah. –