TAKALAR, UJUNGJARI–Sosok oknum staf di Bagian Unit Layanan Pengadaan (ULP) Sekretariat Daerah (Setda) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Takalar, berinisial R, mendadak menjadi pergunjingan. Itu lantaran, oknum R diduga memiliki peran penting, sebagai orang yang diduga jadi pengendali proyek.
Meski hanya staf, oknum tersebut diduga mengatur paket proyek yang akan dimenangkan oleh rekanan (Kontraktor).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Oknum staf ini diduga berperan yang mengatur siapa-siapa rekanan yang akan diberikan paket proyek. Kok bisa ya, ada oknum staf yang kewenangannya melebihi dari Kepala Bagian (Kabag) ULP,” ungkap salah seorang staf bagian ULP yang minta identitasnya dirahasiakan, Jumat (25/7/2025).
Peran staf tersebut juga diduga mengganggu stabilitas pengadaan barang dan jasa di ULP Takalar karena kewenangannya melebihi dari Kabag ULP.
“Staf ini baru ke ULP, dulunya dia staf di BKKBN, tetapi sesampainya di ULP dia langsung mengendalikan proyek,” sambung sumber tersebut.
Oknum staf ULP inisial R ini juga diduga membangun komunikasi dengan Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Takalar sebelum proyek di ULP berkontrak.
“Kabag ULP ini seolah-olah jadi penonton karena kewenangannya diambil alih oleh stafnya yang diduga perpanjangan tangan dari gedung putih,” jelas sumber.
Sementara Kabag ULP Barjas Takalar, Zumirrah yang dikonfirmasi wartawan sekaitan salah satu stafnya diduga menggantikan peranannya tidak berhasil. (*)

