MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Serapan anggaran dan realisasi belanja lingkup Pemkot Makassar hingga triwulan II 2025 masih rendah.
Data dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Makassar, hingga 12 Agustus 2025, realisasi belanja masih berada di angka Rp1,435 triliun atau 30,37 persen. Sementara anggaran yang belum terserap berada di kisaran Rp3,292 persen.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dari seluruh OPD lingkup Pemkot Makassar, tercatat ada delapan OPD dengan realisasi belanja masih di bawah 25 persen. Diantaranya BPKAD, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Kominfo, Dinas Pertanahan, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pemuda dan Olah Raga, dan terakhir Dinas Pekerjaan Umum menempati posisi terendah dengan realisasi belanja baru mencapai 4,60 persen.
Menyikapi kondisi tersebut, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin akan memanggil satu per satu Kepala OPD untuk melakukan asistensi untuk mengetahui seperti apa kinerja mereka. Sekaligus untuk mencari jalan keluar dari persoalan-persoalan yang dihadapi agar kinerja keuangan Pemkot Makassar bisa lebih maksimal lagi.
“Saya akan panggil satu per satu, akan head to head dengan Kepala OPD untuk mengetahui secara detail seperti apa kinerja mereka. Seperti apa realisasi anggaran mereka, dan apa persoalan yang dihadapi,” beber Munafri saat memimpin Rapat Monitoring dan Evaluasi Belanja Daerah dan PAD hingga triwulan II yang digelar di Ruang Sipakatau Kantor Wali Kota Makassar, Jalan Ahmad Yani, Rabu (13/8/2025).
Appi, sapaan akrab Munafri menekankan, triwulan kedua ini sangat krusial. Progres penganggaran dan kinerja harus berjalan secara maksimal. Diapun meminta sekretaris daerah, asisten, hingga tim ahli untuk bantu mengontrol OPD secara berkelompok. (rhm)

