GOWA, UJUNGJARI.COM — Jiwa nasionalisme warga Jalan Likukang, Kelurahan Bontomanai, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa menyala.

Selama tiga hari pasca peringatan Detik-detik Proklamasi pada 17 Agustus 2025 lalu, berbagai lomba digelar yang diikuti para emak dan anak-anak dari berbagai RT dan RW di Lingkungan Cambaya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Para ibu rumahtangga berjibaku meraih menang di setiap lomba yang digelar panitia yang dihelat di jalan Likukang mulai pagi hingga sore hari. Bahkan malam hari pun menjadi momen energik bagi para emak saat digelar kompetisi nyanyi karaoke.

Begitu juga lomba-lomba lainnya seperti estafet sarung, lomba memasukkan paku ke botol, lomba lari kelereng, lomba makan biskuit, lomba pakai hijab, lomba joget balon, lomba makan kerupuk, lomba jalan dengan mengepit balon sambil menjunjung nampan dan lomba bawa air di atas kepala serta berbagai lomba lainnya.

Pelaksanaan lomba yang diprakarsai keluarga H Rizal dan Dr Jaenab Usman ini semakin semarak karena turut menggelar malam ramah tamah bertema Semarak HUT RI ke-80.

Menurut Jaenab yang merupakan pelaksana sekaligus sponsor tunggal kegiatan disela memberikan sambutan di malam ramah tamah pada Selasa (19/8), kegiatan ini menjadi momen unjuk sikap nasionalisme dan patriotisme kalangan emak-emak dan anak-anak.

“Hari Kemerdekaan RI adalah momen istimewa di setiap tahun. Keluarga kami selalu melaksanakan perayaan dengan cara kami sendiri. Mengumpulkan ibu-ibu dan anak-anak untuk lomba. Saya menetap di Makassar dan sekali sekali saya kembali ke kampung saya ini untuk kumpul bersama keluarga kemudian menggelar lomba-lomba ini. Alhamdulillah semua lomba terlaksana baik. Tujuan kami yang utama adalah menyatukan kebersamaan kami dan semakin menguatkan tali silaturahmi dengan warga Likukang, ” kata Jaenab.

Dosen salah satu perguruan tinggi di Makassar ini mengatakan, momentum perayaan HUT RI ini sangat relevan dengan upaya memotivasi para generasi penerus bangsa untuk selalu menanamkan jiwa patriotisme dan nasionalisme dalam diri.

“Kami lakukan berbagai lomba bukan sekadar hiburan tapi upaya memupuk silaturahmi yang saling menguatkan satu sama lain. Rasa cinta saya kepada kampung halaman tidak akan tergantikan dan terlupakan. Kita berbaur satu sama lain tanpa strata. Semua sama. Kegiatan ini membuat kita tidak merasa asing satu sama lain. Lomba-lomba yang ada juga mengajarkan kita untuk menghargai satu usaha dan menerima kekalahan dengan lapang dada. Inilah yang dimaksud menanamkan patriotisme dan nasionalisme dalam diri, ” kata Jaenab.

Jaenab pun mengapresiasi sikap gigih para panitia didalamnya karena mampu bekerja kompak sehingga seluruh kegiatan lomba berjalan lancar.

“Terimakasih juga kepada masyarakat Balang-balang terkhusus warga Likukang yang ikut mendukung jalannya kegiatan dengan tidak protes saat poros jalan Likukang ditutup sementara saat lomba-lomba berlangsung, ” kata Jaenab.

Pada malam ramah tamah, para juara lomba hadir menerima hadiah. Salah satu ibu rumahtangga yang ikut memeriahkan aneka lomba usai menerima hadiah dari lomba yang dijuarainya mengaku sangat senang karena kegiatan lomba ini sangat menghibur dan membuat dirinya lebih fresh.

“Usia kami tidak lagi muda, namun jiwa nasionalis yang membuat kita semua energik selalu. Bukan menang jadi target kami semua tapi kemeriahan dari kegiatan lomba yang utama. Semoga tahun depan lomba-lomba tetap diadakan, ” kata Muniati Dg Ngasih. –