GOWA, UJUNGJARI.COM — Sebanyak 20 ribu benih ikan nila ditebar di Danau Mawang di Kelurahan Mawang, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa pada Jum’at (12/9).
Penebaran benih tersebut, dilakukan pihak Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI melalui Balai Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Kelautan, Perikanan, Teknologi Informasi dan Komunikasi (BPPMPV KPTK).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan ini sangat diapresiasi oleh Bupati Gowa Husniah Talenrang sebab menurutnya akan mendatangkan manfaat bagi masyarakat Gowa khususnya dalam meningkatkan pendapatan nelayan atau masyarakat sekitar.
“Kami pemerintah mengucapkan terimakasih kepada Kemendikdasmen atas pembibitan ikan ini di Danau Mawang dan Bilibili. Jelas ini akan membawa dampak pada perekonomian masyarakat Gowa khususnya nelayan. Insya allah semakin sejahtera,” kata Bupati Gowa yang ikut menebarkan ikan nila bersama jajaran Kemendikdasmen.
Husniah pun mengatakan, 20 ribu ikan nilai yang ditebar Kemendikdasmen ini tentu akan menambah populasi nila yang ada di danau.
“Sebelumnya, kami juga telah melakukan tebar benih ikan nila di Bilibili sebanyak 25 ribu ekor dan di Danau Mawang ini sebanyak 15 ribu ekor. Dengan begitu, volume ikan nila di danau dan di waduk akan lebih banyak lagi. Dan ini menjadi potensi pengembangan ikan sekaligus potensi pendapatan bagi masyarakat yang beraktifitas di sekitar Danau Mawang maupun Bilibili, ” jelas Husniah.
Bupati Gowa ini mengatakan, pihaknya selalu mendukung Asta Cita Presiden RI khususnya di bidang pangan.
“Terlebih kegiatan hari ini yang tujuannya juga dalam meningkatkan SDM unggul tentunya harus didukung dengan pangan yang kuat, sehingga perikanan, pertanian, pendidikan memiliki potensi yang sangat baik,” kata Husniah.

Dalam kegiatan itu, Bupati Gowa didampingi Kadis Pendidikan Taufik Mursad, Kadis Perikanan Taufik Akib bersama Camat Somba Opu Nuraeni dan Camat Bontomarannu Muh Syafaat Surya Atmaja menandatangani nota kesepakatan bersama Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen RI tentang Pengembangan, Pembinaan dan Perlindungan Bahasa Sastra Indonesia dan Daerah.
“Kami sepakat bahwa pembinaan Bahasa Indonesia harus menjadi perhatian utama dalam upaya memperkuat karakter bangsa khususnya di satuan pendidikan yang ada. Sehingga Pemkab Gowa juga menyambut baik kerjasama ini untuk peningkatan literasi, permartabatan bahasa Indonesia, pelestarian bahasa dan sastra daerah serta penginternasionalan bahasa Indonesia,” paparnya.
Kepala BPPMPV KPTK Lismanto menjelaskan pihaknya berupaya menghadirkan berbagai inovasi dalam pembelajaran dan pelatihan, khususnya bagi guru-guru SMK di bidang kelautan, perikanan serta teknologi informasi dan komunikasi. Salah satu capaiannya yakni memproduksi benih ikan secara mandiri.
“Awalnya, mayoritas pembenihan di daerah ini difokuskan pada ikan nila. Namun melalui inovasi, kami berhasil mengembangkan pembenihan ikan mas. Alhamdulillah, pada hari ini kami dapat menebarkan sebanyak 20 ribu ekor benih ikan nila dan ikan mas di Danau Mawang yang diyakini memberikan manfaat besar, baik untuk keberlanjutan ekosistem maupun bagi kesejahteraan masyarakat sekitar. Jadi ini bukan hanya tentang pembenihan tapi bagaimana pendidikan vokasi mampu menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat,” kata Lismanto.
Sementara Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen RI Hafidz Muksin mengatakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah memiliki tugas dan fungsi untuk mewujudkan kecerdasan bangsa, dimana mewujudkan SDM unggul, khususnya dalam meningkatkan literasi menjadi fondasi pembangunan bangsa.
“Hari ini, kita berfokus pada pembangunan SDM yang mendukung ketahanan pangan. Kegiatan tebar benih ikan merupakan ikhtiar bersama dalam memanfaatkan kearifan lokal dan kekayaan sumber daya alam di Kabupaten Gowa, agar dapat memberi manfaat sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat,” papar Hafidz. –

