GOWA, UJUNGJARI.COM — Empat korban unjuk rasa (unras) yang terjadi di Makassar pada 29 Agustus 2025 mendapat santunan berupa hunian layak dari Presiden RI Prabowo Subianto.

Empat rumah baru yang letaknya di perumahan Grand Sulawesi di Kampung Lette, Kelurahan Romang Lompoa, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa ini diserahkan Presiden RI diwakili Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muh Tito Karnavian bersama Menteri Perumahan Kawasan Permukiman (Menteri PKP) Maruarar Sirait.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penyerahan kunci dan akte kepemilikan rumah ini disaksikan sejumlah Deputi Kemendagri dan Kementerian PKP, juga Komisioner BP Tapera, Wakil Gubernur Sulsel Fatmawati Rusdi, Ketua DPRD Sulsel Andi Rachmatika Dewi, Bupati Gowa Husniah Talenrang, Walikota Makassar Munafri Arifuddin, sejumlah bupati dan walikota serta Forkopimda Sulsel dan Gowa.

Kepada keluarga empat almarhum korban unras yang terjadi di Makassar masing-masing alm Saiful Akbar (Kasi Kesra Kecamatan Ujung Tanah), alm Sarinawati (Staf DPRD Kota Makassar), alm Rusmadiansyah (driver ojek online) dan alm Muh Akbar Basri (staf humas DPRD Makassar), dua menteri utusan Presiden RI Prabowo Subianto ini menyatakan duka mendalam atas musibah yang dialami para korban terkhusus kepada para keluarga korban yang hadir menerima rumah subsidi tersebut.

“Bapak presiden dan kami menyampaikan duka mendalam dan berbelasungkawa atas meninggalnya empat warga Makassar tersebut. Sebagai bentuk kepedulian bapak Presiden memberikan bantuan rumah bukan sebagai pengganti almarhum tapi sebagai rasa empaty guna meringankan sedikit beban hidup keluarga yang ditinggalkan. Semoga bantuan rumah ini dapat dimanfaatkan para keluarga korban, ” kata Maruarar Sirait.

Maruarar mengatakan, kehadirannya bersama Mendagri Muh Tito Karnavian atas arahan dan persetujuan Presiden Prabowo.

“Bapak presiden meminta agar perhatikan rakyat dengan baik. Dan empat rumah di perumahan yang ada di Kabupaten Gowa ini, kami serahkan resmi kepada masing-masing ahli waris para korban,” kata Menteri PKP.

Sebelumnya, Mendagri Muh Titp Karnavian mengatakan, peristiwa aksi unjuk rasa di beberapa daerah di Indonesia termasuk Jakarta, ada yang unjuk rasanya berakhir baik, kondusif, ada juga yang tidak ada rasa sama sekali dan ada juga yang ada unsur kekerasannya yang mengakibatkan terjadinya gangguan kamtibmas yang mengakibatkan pula ada kerusakan dan ada juga yang wafat.

“Dan kerusakan atau dampak dari tindakan anarkis tersebut, berbuah penderitaan bagi banyak orang. Bapak Presiden langsung memberikan arahan untuk melakukan langkah-langkah penanganan fasilitas yang rusak dan saya sudah menyampaikan, ada yang sedang, ada yang berat dan ringan,” kata Tito.

yang ringan tangan dari daerah yang sedang kalau enggak mampu anggarannya bisa diajukan ke pusat yang berat seperti DPRD itu ee dari pusat ilmu pengetahuan dan saya sudah langsung komunikasi

Bupati Gowa Husniah Talenrang pun mengapresiasi sikap pemerintah pusat yang segera memberikan penanganan dalam bentuk rumah hunian kepada korban meninggal tersebut.

“Peristiwa unras meninggalkan duka mendalam namun dibalik itu ada solusi dengan disediakannya tempat yang layak dan aman bagi keluarga terdampak. Sebagai Bupati Gowa saya bangga karena Gowa jadi lokasi rumah subsidi bantuan bagi para keluarga korban. Semoga mereka bisa menata kembali kehidupan dan menjemput harapan yang lebih baik, ” kata Husniah.

Bupati Gowa berharap para keluarga penerima manfaat agar menjadikan rumah ini sebagai sumber semangat baru bagi keluarga.

“Saya apresiasi yang setinggi-tingginya kepada bapak Presiden, Mendagri, Menteri Perumahan dan Kawasan Pemukiman serta Pemprov dan seluruh pihak yang berpartisipasi dalam merealisasikan program ini, ” kata Husniah.

Suasana menjadi sangat haru saat para keluarga korban menerima duplikat kunci rumah dan akte kepemilikan rumah yang diserahkan Mendagri dan Menteri PKP. Usai itu, Mendagri dan Menteri PKP serta Komisioner BP Tapera, Ketum REI Pusat dna lainnya meninjau kondisi empat rumah keempat korban unras. –