MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Ketua Tim Penggerak PKK Kota Makassar, Melinda Aksa mengaku prihatin karena minat anak-anak sekarang untuk makan ikan masih sangat rendah.

Mereka lebih tertarik dan lebih suka makanan olahan dan makanan cepat saji (junk food atau fast food).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kekhawatiran isteri Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin itu tidak berlebihan karena mengkonsumsi banyak makanan junk food atau
ultra processed food tidak baik untuk kesehatan.

“Banyak anak menderita gagal ginjal dan penyakit gangguan metabolisme seperti diabetes karena lebih suka makanan ultra processed food dibanding real food,” ungkap Melinda saat membuka kegiatan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemari), Kamis (18/9) di Kompleks SD Monginsidi, Jalan Monginsidi Makassar.

Gemari merupakan program rutin dari pemerintah pusat yakni Ikan (Gemar Ikan) yang Kementrian Kelautan dan Perikanan RI.

Dia menenkankan, untuk menumbuhkan kesadaran manfaat makan ikan, PKK akan mengintervensi dengan melakukan sosialisasi ke bawah tentang pentingnya makanan sehat, terutama ikan, bagi tubuh kita.

“PKK sebagai mitra pemerintah siap menjadi ujung tombak melalui kegiatan posyandu, dasawisma, hingga penyuluhan gizi di setiap sekolah dan kelurahan,” tegasnya.

Melinda bilang, ikan merupakan sumber protein hewani yang sangat baik, mengandung omega-3, vitamin, dan mineral yang sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan anak-anak kita.

Dia juga menekankan pentingnya konsumsi ikan untuk meningkatkan kesehatan serta mencegah stunting dan kecerdasan anak-anak sebagai generasi penerus

Sayangnya, masih banyak yang belum menjadikan ikan sebagai pilihan utama dalam pola konsumsi harian, terutama bagi anak-anak.

“Padahal, dengan potensi perairan yang melimpah di Sulawesi Selatan, khususnya di Kota Makassar, ikan seharusnya menjadi makanan yang mudah diakses, terjangkau, dan digemari,” imbuhnya.

Agar ikan bisa lebih mudah diterima oleh anak-anak, kata Melinda, butuh pengolahan yang lebih menarik. Misalnya dibuat nugget, otak-otak, maupun varian makanan lainnya.

Dia cukup mengapresiasi sejumlah UMKM di Kota Makassar yang secara jeli membuat makanan-makanan yang ramah, sehat, dan menyenangkan bagi anak.

“Saya rasa anak-anak itu suka varian. Jadi kayak tadi ada salah satu UMKM dari kota Makassar, sekarang mendapat banyak orderan dari dapur-dapur MBG untuk suplai produk olahan ikan. Itu dia membuat ada namanya nugget ikan. Jadi sebenarnya variasi itu penting,” kata Melinda.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Perikanan dan Pertanian (DP2) Makassar, Auliah Arsyad mengatakan selain di SD Monginsidi, Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan juga dilaksanakan di tiga sekolah lain.

Diantaranya SDN Toddopuli, SDN Bertingkat Bara-baraya, dan SDN Rappokalling.

Kegiatan ini setiap tahun dilaksanakan. Selain sosialisasi pentingnya makan ikan di sekolah-sekolah, DP2 juga melakukan pelatihan pengolahan ikan kepada UMKM dan beberapa kegiatan lainnya.

Diapun berharap banyak UMKM di Makassar yang memproduksi aneka olahan ikan sehingga anak-anak lebih tertarik untuk mengonsumsi ikan.

UMKM itu juga bisa bekerjasama dengan dapur MBG yang akan menyiapkan produk olahan ikan untuk anak-anak sekolah.

“Di Kota Makassar sendiri sudah ada kelompok UMKM yang sudah bekerja sama dengan dapur MBG, terkait olahan ikan,” tandas Auliah. (rhm)