GOWA, UJUNGJARI.COM — Wakil Bupati Gowa Darmawangsyah Muin meminta agar para pelaku usaha atau Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) berani menyuarakan aspirasinya sendiri tanpa harus melalui perantara atau orang lain.

Menurut Darmawangsyah, warga harus memiliki kesempatan untuk menyampaikan aspirasi tanpa perantara. Dengan begitu, apa yang menjadi kebutuhan UMKM maupun masyarakat secara umum bisa diketahui.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal ini ditegaskan Wabup Gowa saat melakukan kunjungan ke Kecamatan Pallangga tepatnya di Desa Julubori dalam program One Day One District atau ODOD (sehari satu kecamatan) pada Sabtu (20/9).

Dihadapan masyarakat Pallangga, Wabup Darmawangsyah menekankan, Pemkab Gowa terus memperkuat upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat desa melalui kegiatan yang langsung menyentuh kebutuhan warga.

Program One Day One District menjadi salah satu giat yang fokus pada penguatan ketahanan pangan dan pengembangan ekonomi lokal.

“Kegiatan ini adalah bagian dari strategi membangun kemandirian desa. Kalau memungkinkan, setiap desa dapat menyelenggarakan kegiatan seperti ini secara bergilir. Kenapa? Karena kegiatan ini terbukti mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di tingkat desa. Saya berharap program ini terus digalakkan,” kata Wabup yang hadir disertai istrinya yakni Andi Tenri Indah sekaligus Ketua TP PKK Gowa dan Ketua DPRD Gowa Muh Ramli Sidik serta Wakil Ketua DPRD Gowa Hasrul Abdul Rajab.

Dikatakan Darmawangsyah, kegiatan ini menjadi ruang interaksi langsung antara pemerintah dan masyarakat. Kehadiran pemerintah di desa menjadi ruang tumbuh bagi ekonomi rakyat kecil.

Pada kesempatan ODOD Wabup Gowa tersebut, antusias para UMKM lokal memamerkan hasil karyanya dan menjajakannya secara langsung.

Cara para UMKM unjuk hasil karya ini diapresiasi Wabup Gowa. Wabup salut akan kegigihan para UMKM khususnya menjahit dan lainnya untuk bekerja secara berkualitas.

“Saya melihat antusiasme pelaku UMKM memperlihatkan hasil karya. Inilah yang kami harapkan kehadiran pemerintah di tengah-tengah masyarakat, tanpa sekat, agar warga bisa menyampaikan aspirasinya secara langsung. Pemerintahan saat ini terbuka dan siap menerima masukan demi kemajuan Kabupaten Gowa. Saya juga berharap kegiatan seperti Car Free Day dan kunjungan semacam ini dapat memberikan manfaat nyata dan mendapat sambutan positif dari masyarakat, sebagai bagian dari upaya bersama mewujudkan lima visi utama dalam program Gowa Bersama,” papar Wabup Gowa.

Dalam kegiatan ODOD yang dirangkai peringatan World Cleanup Day 2025 ini, Plt Kadis Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Gowa Rieke Susanti mengatakan, kegiatan ini upaya meningkatkan ekonomi masyarakat karena marketplace desa tersebut menyediakan untuk menjual produk lokal. Selain itu juga dapat membuka peluang sumber pendapatan mingguan bagi masyarakat.

“Kami membangun sistem yang mendorong desa memiliki marketplace sendiri. Produk lokal dijual langsung oleh warga, dan keuntungannya kembali ke desa. Ini membuka sumber pendapatan baru, meningkatkan daya beli masyarakat, serta memperkuat ketahanan pangan berbasis komunitas,” kata Rieke.

Dikatakan Rieke yang juga adalah Sekdis Pendidikan Kabupaten Gowa ini, program ODOD ini berjalan serentak di 17 kecamatan di Kabupaten Gowa. Hal ini tentu menunjukkan bahwa pemberdayaan ekonomi tidak lagi bersifat top-down, melainkan bergerak dari akar rumput.

Di akhir kunjungan, Wabup dan Ketua TP PKK ini dilakukan penyerahan bantuan kepada perwakilan kelompok penerima dan lelang amal berupa penyerahan sampah plastik kepada bank sampah dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gowa yang hasilnya digunakan untuk mendukung berbagai kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat. –