GOWA, UJUNGJARI.COM — Sekira pukul 08.00 Wita, Kamis (2/10) tetiba Bupati Gowa Husniah Talenrang muncul di RSUD Syekh Yusuf. Pihak manajemen RSUD pun tidak tahu akan kunjungan inspeksi mendadak (sidak) orang nomor satu di Gowa ini.
Meski demikian, beberapa petugas di sejumlah titik pelayanan sempat tertegun sesaat karena tak mengira Bupati Gowa akan muncul pagi-pagi di tengah kesibukan pelayanan di ruang poli di basement rumah sakit berlantai tujuh ini.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sejumlah masyarakat yang lagi ngantre di ruang poli disapa oleh Bupati Gowa. Para petugas yang tengah melayani warga pun sempat memberi hormat.
Bupati Husniah Talenrang mengatakan sengaja datang ke rumah sakit type C ini untuk memastikan layanan sejumlah bidang di RS yang dulu bernama RSUD Kallongtala ini, berjalan dengan baik atau tidak.

“Sebelum ke kantor, saya sempatkan mampir di rumah sakit melaksanakan sidak. Ini saya lakukan karena ada beberapa tanggapan masyarakat terkait pelayanan di rumah sakit Syekh Yusuf ini. Dan hal seperti ini harus kita selesaikan segera, ” kata Bupati di sela sidaknya.
Selain karena tanggapan-tanggapan yang masuk kepadanya, Husniah juga ingin memastikan proses penyempurnaan BLUD untuk rumah sakit ini.
“Sebelum rumah sakit ini BLUD, dipastikan manajemennya harus siap untuk masuk ke BLUD itu sendiri. Jangan sampai BLUD sudah oke tapi secara manajemen dan sumber daya manusia itu tidak mumpuni jadi harus kita persiapkan. Makanya saya melakukan sidak untuk bisa melihat langsung dan terkhusus komunikasi langsung dengan para pasien, ” terang Husniah.
Sebagai informasi bahwa BLUD atau Badan Layanan Umum Daerah adalah sebuah sistem yang diterapkan oleh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) atau unit pelaksana teknis di pemerintah daerah untuk memberikan pelayanan publik khusuanya pengelolaan keuangan yang lebih fleksibel dan efisien tanpa mengutamakan keuntungan seperti rumah sakit dan puskesmas.
Tujuan dilakukannya BLUD ini untuk meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat dengan prinsip efisiensi, produktivitas dan praktek bisnis yang sehat.
Bupati Husniah mengatakan kehadirannya di rumah sakit tersebut untuk mendengarkan langsung keluhan dan sebagainya.
“Dan saya sebagai bupati harus siap menerima dan menanggapinya. Dan sudah pasti setelah sidak ini banyak hal yang harus kita benahi. Pertama dari segi manajemennya karena akan menuju ke BLUD 2026, maka manajemennya harus disempurnakan, sumber daya manusianya harus kita benahi, kemudian kedua adalah fasilitasnya pasti akan kita benahi karena ini berkaitan dengan kebaikan rumah sakit sendiri, ” tandas bupati.
Husniah pun menegaskan agar pelayanan prima di rumah sakit harus lebih dimaksimalkan.
“Kita harap, masyarakat jangan sampai menganggap bahwa jika ke rumah sakit maka kita ini semakin sakit, upayakan masyarakat berasumsi bahwa kalau ke rumah sakit itu kita akan sembuh, ” ucap Husniah.
Salah seorang pengunjung rumah sakit bernama. yulianti berdomisili di Bontobaddo, Kelurahan Bontoramba, Kecamatan Somba Opu melayangkan kritiknya secara langsung saat bupati masih sidak.
Menurut Yulianti, ia selalu datang ke RSUD Syekh Yusuf untuk memperoleh layanan kesehatan. Menurutnya dari pelayanan sudah bagus hanya saja fasilitas toilet yang harus diperbaiki.
“Alhamdulillah saya pribadi pelayanannya sudah bagus, ramah, tapi memang untuk kebersihan toilet yang harus ditingkatkan supaya pasien atau masyarakat lain yang datang bisa nyaman,” kata ibu rumah tangga ini. –

