MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Keberadaan pedagang kaki lima (PKL) yang semakin menjamur di Kelurahan Buntusu, Kecamatan Tamalanrea, mulai menimbulkan keresahan warga. Mereka menilai aktivitas PKL yang tidak teratur telah menyebabkan kemacetan, tumpukan sampah, dan gangguan ketertiban umum di sekitar permukiman.

Beberapa warga mengaku prihatin karena area yang sebelumnya tertata kini dipenuhi lapak-lapak liar yang berdiri di bahu jalan dan trotoar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sudah makin semrawut, banyak PKL yang buka sampai malam di pinggir jalan utama. Akibatnya kendaraan susah lewat dan sampah juga menumpuk,” ujar Andi Jasruddin salah seorang warga Buntusu, Senin (13/10/2025).

Warga berharap pihak kelurahan dan Satpol PP Kecamatan Tamalanrea segera mengambil langkah tegas agar situasi kembali tertib.

“Kami tidak menolak orang mencari nafkah, tapi sebaiknya diatur. Pemerintah harus menertibkan dan menyiapkan lokasi yang layak untuk berjualan,” tambah Didin warga lainnya.

Sementara itu, masyarakat juga mendesak Lurah Buntusu untuk turun langsung meninjau lokasi dan berkoordinasi dengan Satpol PP dalam melakukan penertiban dan penataan kawasan agar tidak mengganggu aktivitas warga maupun arus lalu lintas.

Keberadaan PKL di poros BTP Buntusu sendiri sebelumnya sempat ditertibkan, namun kini mulai bermunculan kembali di sejumlah titik strategis khususnya di poros BTP.

Warga berharap penertiban dilakukan secara berkelanjutan agar kawasan Buntusu tetap bersih, aman, dan nyaman bagi semua pihak.

Menanggapi hal itu, Lurah Buntusu, Nasrullah, menegaskan pihaknya tidak tinggal diam. Ia mengaku telah menerima laporan dari masyarakat dan akan segera melakukan langkah penertiban bersama Satpol PP Kecamatan Tamalanrea.

“Kami sudah mendapat laporan dari warga. Dalam waktu dekat kami akan turun langsung menegur dan menertibkan PKL yang melanggar aturan,” tegas Nasrullah.

Menurutnya, pemerintah kelurahan tetap memberikan ruang bagi warga untuk berusaha, namun penataan harus dilakukan agar tidak mengganggu kenyamanan umum dan arus lalu lintas.

“Kami akan lakukan pendekatan persuasif terlebih dahulu, agar para pedagang memahami pentingnya ketertiban dan kebersihan lingkungan,” ujarnya. (drw)