MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Jelang pelaksanaan pemilihan ketua RT dan RW di Kota Makassar, sejumlah pengamat dan tokoh masyarakat menilai bahwa para ketua RT-RW yang menjabat pada era Wali Kota Danny Pomanto masih memiliki pengaruh kuat di tingkat akar rumput. Mereka dinilai solid dan tetap mendapat kepercayaan besar dari warganya.

Bahkan, sejumlah kalangan memperkirakan kelompok RT-RW era Danny Pomanto berpotensi merebut hingga 70 persen kursi dalam pemilihan serentak di seluruh kecamatan. Basis dukungan masyarakat yang masih melekat serta kedekatan mereka dengan program-program Pemkot Makassar sebelumnya menjadi modal besar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“RT dan RW di masa Danny Pomanto dikenal aktif dan dekat dengan warga. Itu membuat mereka masih dipercaya hingga kini,” ujar Salman, salah satu tokoh masyarakat di Kecamatan Tallo, Kamis (23/10/2025).

Lurah dan Panitia Pemilihan Harus Netral

Meski demikian, berbagai pihak mengingatkan agar lurah dan panitia pemilihan di setiap kelurahan tetap bersikap netral. Netralitas dianggap penting untuk menjaga kepercayaan publik serta memastikan proses demokrasi berjalan jujur dan adil.

“Jangan ada intervensi dari pihak manapun. Pemilihan ini harus murni suara rakyat,” tegasnya.

Pemilihan ketua RT dan RW di Kota Makassar dijadwalkan berlangsung serentak di seluruh kecamatan, dengan partisipasi ribuan warga yang antusias menyambut pesta demokrasi tingkat akar rumput tersebut.

Pengamat sosial politik menilai para ketua RT dan RW yang menjabat di era Wali Kota Makassar Moh. Ramdhan “Danny” Pomanto masih menjadi kekuatan besar di tingkat akar rumput. Mereka dinilai solid, loyal, dan tetap mendapat kepercayaan kuat dari warganya.

“RT dan RW di masa Danny Pomanto terbukti aktif dan dekat dengan masyarakat. Jejaring mereka masih hidup dan solid hingga sekarang,” ujar seorang pengamat politik lokal, Muh Jafar Ariawan, Kamis (23/10/2025).

Berdasarkan pantauan di lapangan, dukungan terhadap para figur RT-RW lama masih tinggi. Bahkan sejumlah pihak memprediksi kelompok ini berpotensi merebut hingga 70 persen kursi RT-RW di Kota Makassar dalam pemilihan serentak mendatang.

Namun, pengamat juga mengingatkan agar lurah dan panitia pemilihan bersikap netral. Netralitas dianggap kunci untuk menjaga proses demokrasi di tingkat paling bawah agar tidak terciderai kepentingan politik tertentu.

“Jangan sampai ada intervensi. Pemilihan RT-RW harus murni suara rakyat, bukan arahan dari atas,” tegasnya.

Pemilihan RT dan RW di Kota Makassar dijadwalkan berlangsung serentak di seluruh kecamatan. Antusiasme warga diprediksi tinggi, mengingat posisi RT-RW dianggap strategis dalam pelayanan publik dan pembangunan wilayah.  (drw)