MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Warga mulai gerah dengan praktik permainan kotor menjelang pemilihan ketua RT/RW di sejumlah wilayah Kota Makassar. Mereka mendesak agar oknum broker dan pihak-pihak yang diduga ikut mengatur jalannya pemilihan segera ditindak tegas, karena dinilai sebagai pemicu konflik di masyarakat.
“Oknum seperti ini harus ditangkap. Mereka menjadi pemicu perpecahan di masyarakat,” ujar Burhanuddin (56) salah satu tokoh warga Telkomas, Kel. Berua, Kamis (30/10).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Salah satu indikasi kecurangan mencuat di kawasan Telkomas, Kelurahan Berua, Kecamatan Biringkanaya. Wilayah ini terdiri dari tiga RW, dengan RW 3 memiliki 11 RT.
Warga menilai sudah ada pengaturan terselubung mengenai siapa yang akan menduduki kursi ketua RT dan RW di wilayah tersebut.
Menurut warga, indikasi pengaturan terlihat dari adanya salah satu calon ketua RW perempuan yang justru ikut mengurus berkas para calon RT di wilayah RW 6.
Tindakan ini menimbulkan kecurigaan bahwa proses pendaftaran telah diintervensi oleh pihak tertentu yang ingin mengatur hasil pemilihan sejak awal.
“Banyak warga yang ingin maju tapi khawatir berkas mereka tidak diloloskan saat pendaftaran. Mereka takut sudah ada settingan dari pihak kelurahan tentang siapa yang harus menang,” kata seorang warga Berua lainnya yang meminta namanya dirahasiakan.
Lebih miris lagi, warga menyebut hampir semua calon yang diajukan, baik untuk posisi ketua RW maupun RT di RW 3 Telkomas, adalah perempuan. Kondisi ini menimbulkan dugaan kuat bahwa ada skenario politik tertentu di balik penentuan calon.
Warga pun mendesak Wali Kota Makassar agar menindak tegas aparat kelurahan yang bermain dalam proses pemilihan RT/RW. “Kalau ini dibiarkan, potensi konflik di tengah masyarakat akan semakin besar. Pemilihan ini harus bersih, jujur, dan tanpa campur tangan siapa pun,” tegasnya. (drw)

