MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Pemilik Yayasan Pendidikan La Niang hingga kini belum memberikan klarifikasi terkait berbagai keluhan warga RW 2 BTP, Kelurahan Buntusu, Kecamatan Tamalanrea, Makassar.

Pemilik Yayasan Pendidikan La Niang, Hidayat, sejak Rabu kemarin hingga berita ini diturunkan enggan memberikan penjelasan. Saat dihubungi melalui sambungan telepon oleh media ini, ponsel Hidayat berdering namun tidak diangkat. Pesan WhatsApp yang dikirim juga terbaca, tetapi tidak dibalas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebelumnya, warga di sekitar Yayasan La Niang mengeluhkan sejumlah persoalan, termasuk pembangunan jalan beton dan bangunan di atas lahan peruntukan kanal induk yang diduga menyebabkan genangan air di pemukiman warga.

Warga menilai pihak yayasan seharusnya terbuka dan memberikan klarifikasi atas persoalan tersebut, mengingat dampaknya telah dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar. Namun, hingga kini, pengurus Yayasan La Niang masih bungkam dan belum memberikan tanggapan resmi.

Ketua RW 2 Buntusu, Muhajir, mengatakan, pihak Yayasan La Niang harus memperlihatkan batas-batas tanah-nya. Kami mau tahu sampai dimana lokasinya, karena lahan fasum untuk kanal induk lebarnya 62 meter. Termasuk jembatan yang mereka bangun itu berada diatas fasum.

“Mereka bikin jembatan tidak sesuai konstruksi, terlalu kecil, bahkan saat ini dibawa jembatan tertutup timbunan tanah hampir sama rata jalanan. Lebar fasum untuk kanal induk 62 meter, tidak boleh ada bangunan diatasnya termasuk beberapa rumah disebelah kiri La Niang. Dan fasum itu sudah diserahkan Perumnas ke Pemkot Makassar,” kata Muhajir. (drw)