MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar didesak untuk segera menambah armada baru dan melakukan peremajaan kendaraan pengangkut sampah.
Keterlambatan penjemputan sampah yang kerap dikeluhkan warga dinilai terjadi akibat kondisi armada yang sudah tidak layak beroperasi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sejumlah armada sering mengalami mogok di lapangan, sementara sebagian bak truk sampah sudah rombeng dan tidak lagi memenuhi standar operasional. Kondisi ini membuat proses pengangkutan sampah tidak optimal dan menimbulkan penumpukan di sejumlah titik.
“Hampir semua armada sampah di Kota Makassar sudah berusia tua, rata-rata di atas 10 tahun. Ini jelas mempengaruhi kinerja petugas di lapangan,” kata Muh Syakir, pemerhati layanan publik.
Ia juga mengkritisi minimnya langkah strategis Pemkot dalam menangani masalah ini. Menurutnya, pemerintah terlalu lama membiarkan armada tua bekerja di luar batas usia teknisnya, sehingga pelayanan kebersihan tak bisa maksimal.
“Pemkot harusnya sudah sejak lama melakukan peremajaan. Ini bukan sekadar soal truk mogok, tapi soal kualitas layanan publik. Kalau sampah terlambat diangkut karena armada tidak layak, itu bentuk kelalaian kebijakan,” tegasnya.
Kondisi ini dianggap mendesak untuk dibenahi mengingat volume sampah Kota Makassar terus meningkat setiap tahun. Penambahan armada baru dinilai penting agar pelayanan kebersihan lebih cepat, efisien, dan tidak lagi terganggu kerusakan teknis kendaraan.
Masyarakat berharap Pemkot Makassar segera mengambil langkah konkret melalui pengadaan armada modern dan peremajaan total kendaraan lama, demi menjaga kebersihan kota dan meningkatkan kenyamanan warga.
Banyak Kawasan Perumahan Belum Terlayani
Kota Makassar kembali dihadapkan pada persoalan serius terkait pengelolaan sampah. Minimnya armada angkutan membuat sejumlah kawasan perumahan hingga wilayah padat penduduk tidak terlayani secara optimal. Akibatnya, warga terpaksa membuang dan membakar sampah di lahan kosong.
Salah satu kawasan terdampak adalah Tallasa City, Kecamatan Tamalanrea. Beberapa cluster perumahan di kawasan tersebut hingga kini belum tersentuh layanan kebersihan dari pemerintah kota.
Warga mengaku tidak memiliki pilihan lain dan selama ini membuang sampah di lahan-lahan kosong sekitar area perumahan, bahkan membakarnya untuk menghindari penumpukan.
“Kondisinya sangat miris. Sudah beberapa kali kami keluhkan, tapi belum ada solusi karena katanya armada pengangkut sampah sangat terbatas,” ujar Ronald warga Perumahan Akasia Tallasa Citty.
Masalah serupa juga terjadi di Kecamatan Biringkanaya. Bahkan, puluhan ton sampah diduga dibuang di lahan kosong kawasan KIMA Makassar. Para sopir pengangkut sampah baik dari perumahan maupun pelaku usaha mengaku enggan menuju TPA Antang.
Jarak yang jauh serta kondisi armada yang rentan mogok membuat mereka memilih lokasi pembuangan terdekat meski ilegal.
“Truknya sering rusak di tengah jalan, sementara TPA Antang terlalu jauh. Jadi banyak yang pilih buang ke lahan kosong,” kata salah satu sumber di lapangan.
Situasi ini memperparah pencemaran lingkungan di sekitar Tallasa City, dan KIMA. Hingga kini Pemkot Makassar belum memberi kepastian terkait penambahan armada atau langkah tegas mengatasi pembuangan liar yang semakin tak terkendali.
Kondisi tersebut kembali menunjukkan bahwa Makassar membutuhkan solusi cepat, mulai dari penambahan armada, peremajaan truk sampah, hingga penindakan terhadap pembuangan sampah ilegal yang kian meresahkan masyarakat. (drw)

