GOWA, UJUNGJARI.COM — Sekira 70-an orang karyawan Perusahaan Daerah Air Minum se-Sulselbar menjalani Pelatihan Teknik dan Perpompaan BUMD Air Minum.
Mereka para tukang ledeng (istilah tren di kalangan karyawan PDAM) yang berasal dari PDAM se Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat. Pelatihan yang dijalani pun menjadikan IKK Borongloe sebagai lokus.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Saat berada di IKK Borongloe di Kelurahan Romang Lompoa, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa pada Kamis (27/11) pagi, para peserta tidak hanya meninjau bak pengolahan air bersih milik Perumda Air Minum Tirta Jeneberang yang ada di IKK Borongloe, tapi juga menerima sejumlah materi yang disampaikan sejumlah pakar teknik dan perpompaan mitra PDAM. Dua pemateri yang dihadirkan yakni Wahyu Krisna dan Yurnalis dari PT Grundfos Pompa.
Sebelumnya, rombongan peserta disambut hangat Kepala IKK Borongloe Muh Ridwan Sabir mewakili Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Jeneberang Hasanuddin Kamal dan beberapa tenaga teknik dari kantor pusat Perumda Air Minum Tirta Jeneberang Kabupaten Gowa.

Di hadapan puluhan peserta, Ridwan menjelaskan kompetensi yang dimiliki Perumda Air Minum Tirta Jeneberang dan IKK Borongloe.
Dikatakan Ridwan, IKK Borongloe adalah salah satu Instalasi Pengolahan Air (IPA) yang dikelola oleh Perumda Tirta Jeneberang atau PDAM Gowa yang berfungsi sebagai instalasi kota kecamatan untuk melayani kebutuhan air bersih di area tersebut, khususnya di wilayah Bontomarannu.
Dikatakan Ridwan, IKK Borongloe memiliki kapasitas produksi yang signifikan. IKK Borongloe memiliki kapasitas produksi air bersih yang cukup besar yakni 100 liter per detik dengan jangkauan layanan hingga 8.000 sambungan baru. Semua itu dibawah kendali langsung Perumda Air Minum Tirta Jeneberang.
“Fungsi IKK ini mengelola dan mendistribusikan air bersih ke pelanggan di wilayah Bontomarannu dengan kapasitas cukup besar yakni 100 liter per detik, ” jelas Ridwan.
Dia pun berharap para peserta pelatihan ini mampu menyerap ilmu-ilmu tentang teknik dan perpompaan yang kemudian bisa diaplikasikan di PDAM wilayah asal masing-masing. –

