MALANG,UJUNGJARI.COM–Nama Desa Kampung Beru, Kecamatan Galesong, Kabupaten Takalar mewarnai babak final Abdidaya Ormawa 2025 yang berlangsung di kampus Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Malang, 4-6 Desember 2025.

Desa Kampung Beru yang menjadi lokasi Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Universitas Negeri Makassar terpilih sebagai terbaik tiga mitra paling inovatif di ajang Abdidaya Ormawa tahun ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

UNM Makassar sendiri keluar sebagai juara umum dengan membawa pulang empat medali emas dan dua perunggu. Satu dari dua perunggu itu diraih dari kolaborasinya dengan Desa Kampung Beru, Takalar.

Di Desa Kampung Beru, Tim PPK Ormawa BKMF Sinapsis FIKK UNM menghadirkan aplikasi Sistem Informasi Pelayanan Administrasi Kampung Beru (SIPAKABERU).

Bupati Takalar, Firdaus Daeng Manye hadir langsung saat peluncuran aplikasi ini, September 2025 lalu.

Dalam sambutannya, Bupati Takalar mengapresiasi inovasi mahasiswa PPK Ormawa Sinapsis FIKK UNM dan Pemerintah Desa Kampung Beru yang menghadirkan aplikasi layanan publik berbasis digital.

“SIPAKABERU bukan hanya inovasi desa, tetapi juga kebanggaan Takalar di tingkat nasional. Desa Kampung Beru kini dikenal sebagai desa digital yang membawa daerah ini menuju masa depan yang lebih modern,” ujarnya.

SIPAKABERU yang dirancang untuk mempermudah layanan administrasi desa sekaligus menghadirkan fitur edukasi dan informasi kesehatan bagi masyarakat. Kehadiran aplikasi ini diharapkan mampu meningkatkan pelayanan publik yang lebih cepat, transparan, dan efisien. (pap)