MAKASSAR, UJUNGJARI.COM —Kesempatan besar terbuka bagi para guru muda di Kota Makassar untuk menduduki jabatan Kepala Sekolah (Kepsek) SMP Negeri. Tahun ini, sebanyak 16 kepala sekolah definitif dipastikan tidak lagi mengikuti seleksi calon kepala SMP.

Alasannya, sebagian besar dari mereka telah memasuki usia purna bakti sehingga tidak memenuhi persyaratan usia untuk kembali mengikuti proses seleksi. Kondisi ini secara otomatis membuka ruang regenerasi kepemimpinan di lingkungan sekolah menengah pertama.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain 16 kepala sekolah yang tidak lagi ikut seleksi, sejumlah SMP Negeri di Makassar juga saat ini dipimpin oleh pejabat pelaksana tugas (Plt) karena kekosongan jabatan definitif. Kekosongan tersebut menambah kebutuhan akan kepala sekolah baru yang memenuhi standar kompetensi.

Kabid SMP Dinas Pendidikan Kota Makassar, Syarifuddin, membenarkan fakta tersebut. Ia menyebutkan bahwa memang ada beberapa kepala SMP yang tidak ikut seleksi tahun ini karena faktor usia.

“Betul, ada sejumlah kepala sekolah yang tidak lagi ikut seleksi. Rata-rata sudah melewati batas umur dan memasuki masa purna bakti,” ujarnya.

Dengan kondisi ini, seleksi kepala SMP tahun 2025 diprediksi menjadi momentum penting bagi para guru muda yang memiliki kompetensi dan pengalaman untuk tampil serta memberikan warna baru dalam pengelolaan pendidikan di Kota Makassar. (drw)