MALILI,UJUNGJARI.COM–Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulawesi Selatan melakukan kunjungan visitasi Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Atue di Malili, Luwu Timur, Sabtu (13/12). Tim visitasi dipimpin Dr dr Khalid Saleh.
Khalid menekankan pentingnya persiapan matang, mengingat RS Atue dirancang sebagai pusat spesialis gigi dan mulut. Menurut dia, rumah sakit ini harus memmantapkan sarana prasarana pendukung untuk layanan unggulan. Khususnya, perencanaan SDM, seperti sekolahkan dokter dan perawat agar kompeten di bidang gigi-mulut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Begitu juga dengan peralatannya wajib lengkap sehingga tahun 2026 sudah bisa beroperasi,” kata dr Khalid memberikan masukan.
Khalid mengatakan kunjungan visitasi ini bertujuan memverifikasi kelengkapan administratif dan fasilitas Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Atue guna mempercepat penerbitan Surat Izin Operasional (SIO). Harapannya, RS spesialis ini bisa beroperasi pada 2026, membawa layanan kesehatan gigi dan mulut unggulan bagi warga Lutim.
Kepala Seksi Rujukan dan Kerjasama Dinas Kesehatan Provinsi, Irawati menjelaskan jika tugasnya bersama tim adalah memastikan layanan yang dipilih sesuai standar. Tim lapangan turun langsung ke ruangan RS untuk verifikasi fisik.
Langkah ini menandai komitmen kuat Pemkab Lutim tingkatkan akses kesehatan spesialis di daerah yang selama ini bergantung rujukan ke kota besar.
Mewakili Bupati Luwu Timur, Staf Ahli Hukum dan Pemerintahan, Aswan Azis mengapresiasi kehadiran tim visitasi dari Dinas Kesehatan Sulsel.
”Kami sangat mengharapkan masukan berharga terkait administrasi, kesesuaian ruangan, bangunan, serta peralatan. Dengan itu, RS Atue bisa segera difungsikan dan melayani masyarakat,” ujar Aswan dengan penuh harap.
Selain Aswan Azis, Kepala Dinas Kesehatan Luwu Timur dr. Adnan D. Kasim, Camat Malili, H. Hasimning, tim Dinkes kabupaten, serta perwakilan OPD terkait menyambut tim visitasi Dinkes Sulsel. (ikp)

