MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — PSM Makassar dituntut melakukan evaluasi menyeluruh setelah kembali gagal meraih hasil maksimal dalam lanjutan kompetisi Liga 1. Performa tim Juku Eja dinilai belum menunjukkan konsistensi, baik dari sisi permainan, taktik, maupun mental bertanding.

Pada laga terakhir di Samarinda, PSM kembali menelan kekalahan yang memperpanjang catatan negatif mereka di laga tandang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lini pertahanan terlihat rapuh, sementara efektivitas lini serang masih jauh dari harapan meski sejumlah peluang tercipta.

Pengamat sepak bola menilai evaluasi tidak bisa hanya dibebankan kepada pemain semata. “Evaluasi harus total, mulai dari strategi pelatih, pemilihan pemain, hingga mental bertanding. PSM seperti kehilangan identitas permainan agresif yang selama ini menjadi ciri khas mereka,” ujar Wendy pengamat Liga 1.

Selain itu, koordinasi antar lini juga dinilai belum solid. Transisi bertahan ke menyerang kerap lambat, membuat lawan dengan mudah menguasai jalannya pertandingan.

Situasi ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi tim pelatih jika PSM ingin kembali bersaing di papan atas klasemen.

Manajemen PSM Makassar pun diharapkan tidak menutup mata. Dukungan penuh tetap dibutuhkan, namun perbaikan konkret harus segera dilakukan agar PSM tidak terus kehilangan poin krusial di sisa kompetisi.

Dengan jadwal padat ke depan, evaluasi total menjadi keharusan jika PSM Makassar ingin menjaga asa bersaing dan mempertahankan kepercayaan suporter setianya.  (**)