GOWA, UJUNGJARI.COM — Pada pemberangkatan jamaah calon haji (JCH) pada bulan Zulhijjah 1447H atau April 2026 Masehi mendatang, para jamaah calon haji Kabupaten Gowa akan diberangkatkan dalam delapan kelompok terbang (kloter).

Sesuai alokasi pengaturan kelompok terbang (kloter) dari Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kemenhaj RI) Kabupaten Gowa mendapatkan delapan kloter. 1.421 orang JCH Gowa akan diberangkatkan nanti pada kloter 5, kloter 7, kloter 9, kloter 15, kloter 16, kloter 37, kloter 41 dan kloter 43.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Untuk delapan kloter ini seperti dikatakan Kepala Kantor Kemenhaj RI Kabupaten Gowa Aliem Bachri pada Senin (9/2), kloter-kloter ini tidak semuanya full atau penuh. Hanya ada dua kloter penuh, satunya lagi hampir penuh dan kloter lainnya adalah gabungan dengan jamaah asal daerah lain.

“Iya jadi Kabupaten Gowa kebagian delapan kelompok terbang untuk pemberangkatan JCH nanti. Kita ada pada kloter 5, 7, 9, 15, 16, 37, 41 dan 43,” sebut Aliem ditemui di kantornya di Jl Masjid Raya, Sungguminasa.

Dikatakan Aliem, selain pengaturan kloter, pihaknya kini masih berkoordinasi dengan Kemenhaj RI terkait jamaah cadangan yang diikutkan di Gowa. Begitu pun sebaliknya. Jamaah cadangan ini merupakan mutasi pemberangkatan. Semisal orang Gowa tapi mendaftarnya di Bulukumba, Maros atau daerah lainnya. Juga sebaliknya mutasi masuk, ada yang orang Papua atau orang timur tapi mendaftarnya di Gowa.

“Jadi jamaah cadangan ini masuk ke kloter kita untuk berangkat di kloter Gowa. Tapi meski mereka masuk tidak mengurangi kuota JCH Gowa yang tetap jumlahnya sebanyak 1.421 orang. Sebab ini kuota paten yang ditentukan pusat. Dan seluruh jamaah cadangan tetap harus tercatat sesuai penempatan kloter mutasinya, ” kata Aliem.

Dalam pemberangkatan 1.421 JCH Gowa ini, sudah termasuk didalamnya 15 petugas haji atau pendamping haji. Petugas haji inilah yang akan melayani para JCH Gowa selama menjalankan ibadah haji di tanah suci. Para petugas haji yang berangkat ini semuanya bersertifikasi resmi dari Kemenhaj RI.

15 orang petugas haji tersebut terdiri dari 4 orang PPIH (Petugas Pendamping Ibadah Haji), 3 orang dari KBIH (Kelompok Bimbingan Ibadah Haji), 8 orang tenaga kesehatan terdiri dari dokter dan perawat.

“Harapan saya, selama proses menunggu jadwal pemberangkatan pada April mendatang, para jamaah calon haji harus menjaga pola hidup sehat karena dalam ibadah nantinya akan lebih banyak kegiatan fisik sehingga jamaah diminta menjaga kesehatan baik dalam masa persiapan saat ini, masa pemberangkatan nanti maupun masa pelaksanaan tahapan ibadah haji. Para jamaah harus menjaga kesehatan dengan menjaga pola hidup sehat, ” kata Aliem.-