SOPPENG, UJUNGJARI.COM — Keterbatasan ruang fiskal sering menjadi keluhan banyak pemerintah daerah dalam menjalankan program pembangunan.

Namun kondisi tersebut dinilai bukan menjadi alasan untuk menghentikan laju pembangunan, terutama jika pimpinan daerah mampu menunjukkan ketangguhan, kreativitas, serta kemampuan membangun komunikasi dengan pemerintah di atasnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal itu disampaikan Direktur Nurani Strategic, Dr. Nurmal Idrus, saat menghadiri acara buka puasa bersama yang turut dihadiri Bupati Soppeng Suwardi Haseng dan Wakil Bupati Selle KS Dalle, serta sejumlah awak media.

Menurut Nurmal, kepemimpinan Suwardi Haseng bersama Selle KS Dalle yang memiliki pengalaman panjang di dunia legislatif menjadi salah satu faktor yang membuat pembangunan di Kabupaten Soppeng tetap berjalan dan terus bergeliat.

“Di balik keterbatasan fiskal yang selalu menjadi topik dalam diskusi pemerintah daerah, pembangunan di Soppeng tetap bergerak. Artinya, ini sangat tergantung pada kemampuan pemerintah daerah dalam berkomunikasi dan melobi pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi,” ujar Nurmal.

Ia menilai, kemampuan membangun jaringan komunikasi dan memperjuangkan kepentingan daerah menjadi kunci agar daerah tetap mendapatkan dukungan anggaran pembangunan, khususnya untuk sektor infrastruktur.

Sementara itu, Wakil Bupati Soppeng Selle KS Dalle menyampaikan kabar menggembirakan terkait rencana pembangunan jalan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

Tahun ini, Pemprov Sulsel akan mengerjakan sejumlah ruas jalan provinsi dengan total anggaran sekitar Rp2,4 triliun.

“Alhamdulillah ini kabar baik bagi kita. Beberapa ruas jalan yang selama ini mengalami kerusakan cukup berat di daerah kita juga mendapatkan alokasi anggaran dari pemerintah provinsi,” ujar Selle.

Adapun ruas jalan yang akan mendapatkan peningkatan di antaranya Poros Soppeng–Sidrap (Rappang), Poros Pekkae–Takkalalla, Poros Cabbengnge–Anabanua, serta Poros Lamuru–Takkalalla.

Menurut Selle, proyek peningkatan infrastruktur jalan tersebut menggunakan skema multiyears yang dimulai sejak tahun 2025 dan ditargetkan rampung pada tahun 2027.

Total anggaran yang digelontorkan mencapai puluhan miliar rupiah yang bersumber dari APBD Provinsi Sulawesi Selatan.

Ia optimistis, jika seluruh ruas jalan poros tersebut rampung, maka dampaknya akan sangat besar terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.

“Kalau jalan sudah bagus, distribusi logistik akan semakin lancar. Tentu ini akan mendorong peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat di daerah,” kata Selle.

Hal senada juga diungkapkan Nurmal Idrus. Ia mengaku cukup sering melintasi salah satu ruas jalan tersebut karena harus bolak-balik antara Makassar dan Soppeng, baik untuk urusan keluarga maupun aktivitasnya sebagai dosen di salah satu universitas di Soppeng.

Nurmal pun menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah dan pemerintah provinsi atas perhatian terhadap peningkatan infrastruktur jalan di wilayah tersebut.

Menurutnya, jika proyek peningkatan jalan tersebut selesai, waktu tempuh perjalanan Makassar–Soppeng yang sebelumnya bisa mencapai 4 hingga 5 jam diperkirakan dapat dipangkas menjadi sekitar 3 jam perjalanan.

“Ini tentu sangat berdampak bagi masyarakat. Selain lebih efisien dari sisi waktu, juga bisa menghemat energi dan biaya perjalanan,” ujar Nurmal.

Ia berharap pembangunan infrastruktur tersebut benar-benar dapat terealisasi sesuai rencana sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat luas. (Daus)