GOWA, UJUNGJARI.COM — Wakil Bupati Gowa Darmawangsyah Muin (DM) mengaku prihatin masih banyak tenaga pendidik atau guru honorer yang belum terangkat sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Padahal menurut DM, beban kerja dan peran guru honorer sangat vital dalam mencerdaskan generasi penerus bangsa dan dalam pengembangan SDM di Gowa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dipaparkan DM, Pemerintah Kabupaten Gowa menaruh perhatian serius terhadap kondisi guru honorer. Sebab hingga saat ini masih ada ratusan guru honorer yang belum mendapatkan kesempatan diangkat jadi PPPK.

“Saat ini masih ada sekira 600 orang guru honorer belum beroleh status atau belum menjadi PPPK. Kami tentunya prihatin padahal peran mereka sangat vital dalam pembangunan sumber daya manusia,” tegasnya.

Wabup Gowa Darmawangsyah Muin bersama Ketua PGRI Gowa Sappe Mangiriang dalam kegiatan aksi sosial kolaborasi PGRI Gowa dan Baznas. (foto/ist)

Diakui Wabup Gowa, kondisi ini, tidak hanya terjadi di Kabupaten Gowa tapi menjadi persoalan nasional akibat kebijakan dari pemerintah pusat yang telah menutup formasi PPPK.

Karena itu, menurut Wabup DM, Pemkab Gowa terus mendorong agar kebijakan tersebut dapat kembali dibuka. Harapan tersebut juga diarahkan kepada pemerintah pusat, termasuk Presiden RI Prabowo Subianto agar memberikan perhatian lebih terhadap nasib para guru honorer.

“Ini menjadi perhatian kami. Kami tidak tinggal diam, kami terus berupaya agar para guru honorer mendapatkan peluang diangkat menjadi PPPK,” tandas DM.

Salah satu upaya menyantuni para guru honorer, adalah memberikan paket sembako. Paket sembako ini merupakan hasil kolaborasi pihak PGRI Gowa dengan Baznas Gowa.

Bantuan paket sembako ini, menyasar 80 guru honorer di Kabupaten Gowa. Wabup Gowa pun menyerahkan resmi paket sembako kepada perwakilan guru honorer yang hadir di Kantor PGRI Gowa di Jl Beringin, Kelurahan Tombolo, Kecamatan Somba Opu pada Selasa (17/3).

Dikatakan DM, kolaborasi PGRI dan Baznas merupakan perpanjangan tangan pemerintah dalam menjangkau kebutuhan para tenaga honorer. Menurutnya, sinergi lintas lembaga ini adalah solusi dalam membantu kalangan honorer tenaga pendidik. Menurut Wabup ini adalah bentuk kepedulian dan menjadi solusi membantu meringankan beban para guru honorer jelang lebaran.

Ketua PGRI Gowa Sappe Mangiriang mengatakan, bakti sosial PGRI ini adalah bentuk solidaritas organisasi terhadap para guru honorer yang selama ini mengabdikan diri di dunia pendidikan meski dengan keterbatasan status dan kesejahteraan.

“Inisiatif ini lahir dari kepedulian pengurus PGRI yang kemudian diperkuat melalui sinergi dengan Baznas Gowa. Meski bantuan yang diberikan masih terbatas, kami berharap ke depan cakupan penerima manfaat bisa lebih banyak lagi,” kata Sappe Mangiriang. –