MAKASSAR,UJUNGJARI.COM — Pengurus Besar Ikatan Keluarga Mahasiswa Indonesia Sulawesi Selatan (PB IKAMI Sulsel) mengapresiasi kesuksesan pelaksanaan Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) XXVI Tahun 2026 yang dinilai menjadi momentum penting dalam memperkuat konsolidasi ekonomi sekaligus memperkuat peran diaspora Bugis-Makassar dalam pembangunan nasional.
Forum yang digelar Badan Pengurus Pusat Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (BPP KKSS) di Hotel Claro Makassar pada 25–26 Maret 2026 itu mempertemukan saudagar, tokoh masyarakat, akademisi, dan generasi muda diaspora Sulawesi Selatan dari berbagai daerah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua Umum PB IKAMI Sulsel, Andi Inamul Hasan, mengatakan PSBM kini telah berkembang melampaui forum silaturahmi ekonomi dan menjadi ruang strategis pertukaran gagasan pembangunan.
“PSBM menunjukkan bahwa kekuatan ekonomi lahir dari nilai budaya dan kepercayaan sosial yang terjaga lintas generasi. Identitas kultural masyarakat Bugis-Makassar menjadi modal sosial yang produktif dalam menghadapi tantangan ekonomi modern,” kata Andi dalam keterangannya, Sabtu (28/3).
Menurutnya, tradisi merantau, jejaring sosial yang kuat, serta etos kewirausahaan masyarakat Bugis-Makassar merupakan faktor historis yang terus beradaptasi dengan perubahan lanskap ekonomi nasional.
PB IKAMI Sulsel juga mengapresiasi kepemimpinan BPP KKSS di bawah Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman, yang dinilai berhasil mendorong organisasi diaspora mengambil peran lebih strategis dalam agenda pembangunan nasional.
Organisasi tersebut dinilai mampu mengonsolidasikan diaspora tidak hanya sebagai penjaga identitas budaya, tetapi juga sebagai kekuatan ekonomi kolektif yang berkontribusi terhadap pembangunan daerah dan nasional.
PB IKAMI Sulsel memandang PSBM sebagai ruang kolaborasi yang mempertemukan pengalaman praktis para pelaku usaha dengan perspektif akademik dan inovasi generasi muda.
Sinergi lintas generasi tersebut dinilai penting untuk memastikan pembangunan yang berkelanjutan, tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada penguatan kualitas sumber daya manusia dan ketahanan sosial.
“Mahasiswa memiliki tanggung jawab historis sebagai jembatan intelektual antara nilai kewirausahaan masa lalu dan inovasi masa depan,” ujar Andi.
Melalui PSBM XXVI, PB IKAMI Sulsel berharap lahir langkah konkret yang mampu memperkuat investasi daerah, meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat, serta memperluas kontribusi diaspora Bugis-Makassar dalam dinamika ekonomi nasional dan global.
Selama lebih dari dua dekade penyelenggaraannya, PSBM dinilai telah menjadi simbol konsolidasi sosial-ekonomi diaspora Sulawesi Selatan yang mempertemukan identitas budaya, jejaring bisnis, dan visi pembangunan dalam satu arah masa depan bersama.

