MAKASSAR,UJUNGJARI.COM–Pengelolaan sampah terpadu perlahan mulai dilakukan di kampus Universitas Negeri Makassar (UNM). Ini ditandai dengan pendirian bank sampah di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UNM Makassar.

Dekan FMIPA UNM, Prof Dr Suwardi Annas mengatakan pendirian bank sampah ini tidak hanya mereduksi sampah yang ada di kampus. Menurut dia, pengelolaan bank sampah juga bisa menjadi sumber pendapatan baru bagi civitas akademika FMIPA UNM.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sampah-sampah di kampus didominasi sampah anorganik seperti kertas, botol plastik, dan lainnya. Sampah seperti ini bisa bernilai ekonomi karena bisa didaur ulang,” katanya.

Suwardi menambahkan aktivitas bank sampah di kampusnya sudah mulai berjalan efektif. Nasabahnya juga sudah ada. Selain dosen dan karyawan, beberapa mahasiswa juga sudah menjadi nasabah.

“Insya Allah FMIPA jadi pionir proyek pengelolaan sampah terpadu di UNM Makassar,” kata Suwardi.

Pengelolaan bank sampah di fakultas ini dilakukan di bawah pendampingan Yayasan Peduli Negeri (YPN) dan pengelola bank sampah Kota Makassar.

Direktur YPN yang juga Ketua Asosiasi Bank Sampah Nasional, Saharuddin Ridwan mengapresiasi pimpinan FMIPA UNM yang peduli terhadap sampah dengan mendirikan bank sampah di fakultasnya. Ia mengatakan belum banyak kampus yang memberi perhatian serius pada pengelolaan sampah di Indonesia.

“Semoga fakultas lain di UNM Makassar juga bisa mengikuti kebijakan FMIMA yang peduli terhadap pengelolaan sampah di kampus,” kata Saharuddin Ridwan.