GOWA, UJUNGJARI.COM — Wakil Bupati Gowa Darmawangsyah Muin (DM) berkomitmen mempercepat penurunan kasus stunting di Kabupaten Gowa. Salah satu upayanya adalah membackup anggaran Pemkab Gowa dengan tanpa ragu menyisihkan dana pribadinya sendiri.
Meski tak banyak, namun harapannya apa yang dibantukannya bisa konsisten dan kesinambungan dirasakan masyarakat atau keluarga yang berisiko stunting, apalagi DM adalah Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Gowa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tak heran jika tanpa ragu sedikitpun, Wakil Bupati Gowa ini mengambil sikap harus berani melakukan apa saja demi mencapai target membuat zero stunting di Gowa ataupun mencapai target nasional hingga 14 persen penurunan.
Sikap nyata itu dilakukan DM saat melakukan kunjungan pemantauan kondisi keluarga stunting di Kecamatan Bajeng. Didampingi istrinya yang juga Ketua TP PKK Gowa Andi Tenri Indah dan Kadis PPKB Sofyan Daud sekaligus sebagai Sekretaris TPPS Gowa, DM menyalurkan sekira 200 paket makanan bergizi kepada ratusan keluarga yang terdata berisiko stunting.

Kepada para keluarga yang diklaim berisiko stunting bahkan memiliki anak yang mengalami stunting, DM mengimbau agar setiap keluarga miskin ekstrem yang tergolong berisiko stunting harus banyak memahami pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan sejak dini.
Dua bidang ini sangat rentan dengan kondisi risiko stunting pada keluarga. Karena itu, DM berharap pemerintah khususnya TPPS terus memperkuat upaya percepatan penurunan stunting melalui berbagai program intervensi gizi bagi kelompok sasaran.
Saat berada di Bajeng pada Selasa (2/6) siang, Wabup Gowa bersama Ketua TP PKK Andi Tenri Indah menyalurkan 200 paket makanan bergizi kepada keluarga berisiko stunting, ibu hamil, ibu menyusui dan balita.
Diakui DM, Bajeng adalah wilayah pertama pelaksanaan intervensi pemberian makanan bergizi yang menjadi program TPPS bersama Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kabupaten Gowa tersebut.
DM menegaskan dirinya hadir di Bajeng sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah untuk memastikan program penanganan stunting berjalan secara masif hingga ke tingkat kecamatan dan desa.
“Saya hadir untuk memastikan bahwa langkah-langkah yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Gowa dalam penanganan stunting benar-benar berjalan dan dirasakan masyarakat,” kata Wabup Gowa di aula kantor Kecamatan Bajeng.
DM menyebutkan, persoalan stunting menjadi salah satu fokus utama Pemerintah Kabupaten Gowa karena berkaitan langsung dengan kualitas sumber daya manusia dan masa depan daerah. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi seluruh pihak untuk memastikan anak-anak memperoleh asupan gizi yang cukup sejak dalam kandungan hingga masa pertumbuhan.
“Saya sangt mengapresiasi kerja keras seluruh pihak yang selama ini terlibat dalam upaya percepatan penurunan stunting, mulai dari Tim Penggerak PKK, Dinas PPKB, pemerintah kecamatan, penyuluh KB, Tim Pendamping Keluarga (TPK), tenaga kesehatan hingga pemerintah desa dan kelurahan. Setiap kondisi, kami pikirkan dan diskusikan bersama agar persoalan stunting bisa dituntaskan segera. Program pemberian 200 paket makanan bergizi ini merupakan langkah awal yang akan terus kami lakukan kemudian kami evaluasi, apakah efektif atau tidak,” tandas DM.
Paket bantuan yang diberikan berisi telur, susu, vitamin serta berbagai bahan kebutuhan pokok yang diharapkan dapat membantu pemenuhan kebutuhan gizi keluarga penerima manfaat.
Disinggung soal penggunaan dana pribadinya dalam program intervensi ini, DM mengatakan, apa yang dilakukannya sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan ibu dan anak di Kabupaten Gowa.
“Ini merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab moral terhadap masa depan generasi Kabupaten Gowa. Nilainya mungkin tidak seberapa, namun saya berharap dapat memberikan manfaat dan menjadi penyemangat bagi kita semua untuk terus bergerak bersama dalam mencegah dan menurunkan angka stunting,” kata DM.
Ditegaskannya, upaya penurunan stunting sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, yang menekankan pentingnya pencegahan sejak dini melalui pemenuhan kebutuhan gizi ibu hamil, ibu menyusui dan balita.
“Anak-anak kita harus mendapatkan asupan gizi yang baik. Begitu pula ibu hamil dan ibu menyusui yang menjadi prioritas utama karena kondisi kesehatan mereka sangat menentukan tumbuh kembangnya anak. Jika asupan gizi tidak bagus maka stunting akhirnya,” kata Wabup Gowa.
Diakuinya, sebagai wakil bupati, dirinya punya tanggung jawab untuk mendukung program penurunan stunting ini. Karena itu dirinya menanamkan komitmen tinggi dengan menggunakan gajinya sebagai wakil bupati.
“Saya menyisihkan sebagian gaji saya untuk mendukung program ini dan Ini merupakan bagian dari tanggung jawab saya sebagai Wakil Bupati Gowa dalam membantu menekan angka stunting. Ke depan, Pemkab Gowa akan terus mensukseskan program intervensi gizi melalui dukungan APBD kabupaten, APBD provinsi maupun anggaran pemerintah pusat, termasuk optimalisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG), ” terangnya.
Untuk langkah awal ini, penyaluran paket makanan bergizi bermula di Bajeng dan akan dilakukan di kecamatan-kecamatan berikutnya masing-masing 200 paket.
Terkait program makanan bergizi ini, Kepala UPT PPKB Kecamatan Bajeng Masnaeni menjelaskan seluruh bantuan telah disalurkan kepada 200 kelompok sasaran. Ke-200 penerima manfaat di Bajeng ini meliputi 34 orang ibu hamil, 30 orang ibu menyusui dan 136 balita.
“Seluruh penerima bantuan telah ditetapkan berdasarkan hasil pendataan dan verifikasi lapangan yang dilakukan TPK bersama pemerintah desa dan kelurahan sehingga bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran,” jelas Masnaeni. –

