MAKASSAR, UJUNGJARI.COM – Bursa pemilihan Ketua Umum PBSI Kota Makassar mulai menghangat. Dua bakal calon ketua umum (balon ketum) dikabarkan akan mengambil formulir pendaftaran, Rabu (10/6/2026).
Informasi tersebut dikonfirmasi oleh anggota Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) Muskot PBSI Makassar 2026, Mulyadi.
“Besok itu, ada dua calon mau ambil formulir,” kata Mulyadi, Selasa (9/6/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut informasi yang diterima tim penjaringan, dua nama yang akan mengambil formulir pendaftaran adalah Herman Sayuti dan Prof. Amir Ilyas.
Kedua bakal calon tersebut sebelumnya telah mendeklarasikan diri untuk maju dalam perebutan kursi Ketua Umum PBSI Kota Makassar periode 2026-2030.
Menariknya, masing-masing kandidat mengklaim telah mengantongi dukungan dari klub-klub pemilik hak suara.
Herman Sayuti menyatakan mendapat dukungan dari 23 klub pemilik suara yang akan berpartisipasi dalam Muskot.
Sementara Prof. Amir Ilyas mengklaim memperoleh dukungan dari 10 klub yang siap mengantarkan dirinya maju sebagai calon ketua umum.
Meski demikian, dukungan tersebut masih akan diverifikasi sesuai mekanisme dan persyaratan pencalonan yang ditetapkan panitia Muskot PBSI Makassar 2026.
Tim penjaringan sendiri telah membuka tahapan pengambilan formulir sejak 8 Juni dan akan berlangsung hingga 12 Juni 2026 di Sekretariat PBSI Kota Makassar, GOR Badminton Borong, Makassar, pada hari kerja.
Sebelumnya, Sekretaris Umum PBSI Kota Makassar, Rizal Asjahad, menegaskan seluruh tahapan Muskot PBSI Makassar 2026 berjalan sesuai jadwal tanpa perubahan.
Panitia juga mengimbau seluruh bakal calon ketua umum yang berminat untuk segera mengambil formulir dan mendaftarkan diri sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Pelaksanaan Muskot PBSI Kota Makassar 2026 dijadwalkan berlangsung pada 5 Juli 2026 di Hotel MaxOne Makassar.
Dengan munculnya dua kandidat yang telah mendeklarasikan diri dan mengklaim dukungan mayoritas klub, persaingan menuju kursi Ketua Umum PBSI Kota Makassar diperkirakan akan berlangsung semakin dinamis menjelang pelaksanaan Muskot. (drw)

