SOPPENG, UJUNGJARI.COM – Pemerintah Kabupaten Soppeng bersiap merealisasikan program besar sektor pertanian melalui pembangunan sekitar 1.500 titik sumur bor yang akan tersebar di seluruh wilayah pertanian. Program tersebut menjadi bagian dari proyek “Listrik Masuk Sawah” yang terintegrasi dengan penyediaan sumber air bagi petani.

Kepastian itu disampaikan Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, saat berbincang santai bersama sejumlah kepala desa, Kamis (11/6/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, program tersebut merupakan salah satu agenda prioritas pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan produktivitas sektor pertanian.

“Insya Allah kalau tidak ada aral melintang, akan ada sekitar 1.500 paket pekerjaan sumur bor yang tersebar di 500 lebih kelompok tani. Setiap kelompok tani mendapat tiga paket sumur bor untuk mengairi sekitar 100 hektare sawah,” ujar Suwardi Haseng.

Ia menjelaskan, proyek tersebut akan dilaksanakan dengan skema swakelola, di mana pengelolaannya diserahkan langsung kepada kelompok tani penerima manfaat. Skema ini dinilai lebih efektif karena memberikan ruang bagi petani untuk terlibat langsung dalam pelaksanaan dan pengawasan program.

“Dengan swakelola, pekerjaan bisa lebih tepat sasaran, efisien, sekaligus menumbuhkan rasa memiliki dari kelompok tani terhadap fasilitas yang dibangun,” katanya.

Menurut Bupati, kehadiran sumur bor yang didukung jaringan listrik di area persawahan akan menjadi solusi bagi petani dalam menghadapi keterbatasan pasokan air, terutama saat musim kemarau. Petani tidak lagi sepenuhnya bergantung pada curah hujan untuk mengairi lahan mereka.

“Kalau proyek ini rampung, petani bisa memaksimalkan produksi. Yang awalnya panen dua kali setahun, bisa ditingkatkan menjadi tiga kali panen,” tambahnya.

Program tersebut diharapkan menjadi solusi irigasi jangka panjang yang mampu mendukung peningkatan hasil pertanian sekaligus menggerakkan roda perekonomian masyarakat desa.

Selain memperkuat ketahanan pangan daerah, keberadaan sumur bor juga diyakini dapat meningkatkan pendapatan petani melalui intensitas tanam yang lebih tinggi.

Pemerintah Kabupaten Soppeng menargetkan pengerjaan proyek dimulai dalam waktu dekat setelah seluruh proses administrasi dan kelengkapan kelompok tani penerima manfaat selesai dirampungkan.

Dengan cakupan lebih dari 500 kelompok tani, program ini menjadi salah satu proyek pertanian terbesar yang pernah dijalankan di Kabupaten Soppeng.  (Daus)