SINJAI, UJUNGJARI.COM – Pemerintah Kabupaten Sinjai terus memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan melalui pengembangan koperasi, pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta peningkatan layanan ketenagakerjaan.

Berbagai capaian di sektor tersebut dipaparkan langsung oleh Bupati Sinjai, Hj. Ratnawati Arif, saat memimpin Upacara Peringatan Hari Kesadaran Nasional di Halaman Kantor Bupati Sinjai, Rabu (17/6/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam amanatnya, Bupati Ratnawati menegaskan bahwa arah pembangunan daerah saat ini difokuskan pada sektor-sektor yang bersentuhan langsung dengan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, penguatan ekonomi lokal harus dimulai dari desa dan didukung oleh ekosistem usaha yang sehat serta kesempatan kerja yang semakin terbuka.

Salah satu capaian yang menjadi perhatian adalah perkembangan sektor koperasi. Hingga tahun 2025, Kabupaten Sinjai tercatat memiliki 226 unit koperasi, dengan 151 di antaranya aktif menjalankan kegiatan usaha. Selain itu, sebagai bentuk dukungan terhadap program strategis nasional, Pemkab Sinjai telah berhasil membentuk 80 Koperasi Merah Putih yang tersebar di seluruh desa dan kelurahan.

Ratnawati menjelaskan bahwa keberadaan Koperasi Merah Putih diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat, sekaligus memperkuat kemandirian desa dan memperluas akses ekonomi bagi warga.

“Kehadiran koperasi ini diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat yang mampu memperkuat kemandirian desa, meningkatkan produktivitas usaha masyarakat, serta memperluas akses ekonomi bagi seluruh warga,” ujarnya.

Untuk memperkuat operasional koperasi tersebut, pemerintah daerah juga terus menghadirkan sarana pendukung. Hingga saat ini, telah dibangun 46 Gerai Koperasi Merah Putih, dengan 16 gerai di antaranya telah rampung 100 persen dan siap dimanfaatkan untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.

Tak hanya koperasi, sektor UMKM di Kabupaten Sinjai juga terus menunjukkan pertumbuhan yang menggembirakan. Saat ini tercatat sebanyak 45.199 unit UMKM bergerak di berbagai bidang usaha dan menjadi salah satu penopang utama perekonomian daerah.

Menurut Bupati Ratnawati, keberadaan puluhan ribu pelaku UMKM tersebut menjadi bukti bahwa ekonomi kerakyatan di Sinjai tumbuh dan mampu memberikan kontribusi besar dalam menciptakan lapangan kerja serta meningkatkan pendapatan masyarakat.

Sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan daya saing UMKM, hingga Triwulan II Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Sinjai telah memfasilitasi 193 pelaku UMKM untuk memperoleh Nomor Induk Berusaha (NIB).

“Alhamdulillah, hingga Triwulan II Tahun 2026, sebanyak 193 pelaku UMKM telah difasilitasi memperoleh Nomor Induk Berusaha (NIB) sebagai bentuk dukungan pemerintah dalam meningkatkan legalitas dan daya saing usaha,” jelasnya.

Di sektor ketenagakerjaan, Ratnawati juga mengungkapkan bahwa hingga Triwulan II Tahun 2026, sebanyak 475 pencari kerja telah mendapatkan layanan ketenagakerjaan dari pemerintah daerah. Angka tersebut mencerminkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap akses informasi dan pelayanan di bidang ketenagakerjaan, sekaligus menjadi tantangan bagi pemerintah untuk terus menghadirkan program peningkatan kompetensi dan perluasan kesempatan kerja.

Menurutnya, berbagai capaian pembangunan tersebut tidak terlepas dari sinergi dan kolaborasi seluruh elemen, mulai dari perangkat daerah, pelaku koperasi dan UMKM, dunia usaha, hingga partisipasi aktif masyarakat.

“Saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran perangkat daerah, pelaku koperasi, pelaku UMKM, dunia usaha, dan seluruh masyarakat yang telah berkontribusi dalam pembangunan Kabupaten Sinjai,” tuturnya.

Meski demikian, Bupati perempuan pertama di Bumi Panrita Kitta itu mengingatkan bahwa tantangan pembangunan ke depan masih cukup besar. Karena itu, ia mengajak seluruh jajaran pemerintah untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat tata kelola pemerintahan yang akuntabel, mempercepat pelaksanaan program pembangunan, serta memastikan setiap kebijakan yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Jangan cepat berpuas diri. Kita harus terus bekerja, berinovasi, dan memastikan setiap program yang dijalankan mampu memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sinjai,” pungkasnya.