GOWA, UJUNGJARI.COM — Andi Tenri Indah mengaku prihatin saat berada di tengah masyarakat Desa Kanjilo, Kecamatan Barombong, Kabupaten Gowa.

Ketua Komisi E DPRD Provinsi Sulawesi Selatan yang juga adalah Ketua TP PKK Kabupaten Gowa ini berada di Barombong dalam rangkaian melakukan reses di wilayah kecamatan yang berbatasan Kota Makassar ini pada Jumat (24/7) kemarin.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Indah demikian sapaan akrab istri Wakil Bupati Gowa Darmawangsyah Muin ini saat berada di desa tersebut, langsung dicurhati sejumlah persoalan pendidikan khususnya di masa penerimaan siswa baru saat ini.

Salah satu curhatan warga adalah sistem zonasi yang diharapkan dapat membantu meringankan beban para orang tua siswa, malah menjadi ganjalan bagi para calon siswa.

Salah satu warga bernama Dg Sinja, menyampaikan karena zonasi, anaknya malah dilempar jauh dari tempat tinggalnya.

“Di dekat rumah kami ada SMAN 22. Anak saya pun mendaftar di situ dengan menggunakan jalur zonasi. Namun kenyataannya anak saya malah tidak lulus dan diarahkan mendaftar di SMAN 20 yang justru sangat jauh dari tempat tinggal kami. Karena jauh, anak saya tidak mau lagi mendaftar sekolah SMA karena sekolah itu jauh dan tentu berdampak pada ekonomi keluarga kami, ” aku Daeng Sinja.

Ibu rumah tangga inipun menyampaikan kepada Indah bahwa anaknya memilih tidak sekolah karena keuangan keluarga tidak akan mencukupi sebab biaya transpor anaknya ke sekolah SMAN 20 itu sebesar Rp26.000 perhari.

“Ongkos ini sangat besar. Jika anak saya lolosnya di SMAN 22 maka biayanya lebih kecil karena jarak rumah ke sekolah dekat sekali. Karena itu saya memohon kepada ibu Ketua Komisi E DPRD Sulsel agar pihak sekolah tidak diskriminasi terhadap syarat zonasi karena keuangan keluarga saya tidak mencukupi, sekolahnya terlalu jauh kodong, ” kata Daeng Sinja mengadu ke legislator Partai Gerindra ini.

Persoalan pendidikan memang menjadi hal paling menonjol yang disampaikan masyarakat Kanjilo dalam momen reses Indah tersebut. Bukan hanya Daeng Sinja yang curhat soal pendidikan tapi sejumlah warga yang hadir dalam kunjungan reses anggota legislatif Provinsi Sulsel ini, juga mengadu hal sama.

Selain soal pendidikan, masyarakat yang antusias datang menghadiri reses ini, juga menyuarakan sektor ekonomi. Seperti dikatakan Riswan Majid. Warga satu ini mengatakan sulit bagi dirinya berkembang selaku pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Riswan mengusulkan adanya bantuan permodalan bagi pelaku UMKM sekaligus pelatihan UMKM untuk meningkatkan keterampilan dan daya saing usaha warga.

Selain menyuarakan hati para UMKM, Riswan juga menyoroti daya tampung SMA yang dinilai belum memadai. Diakuinya, jumlah lulusan SMP yang akan masuk di jenjang SMA sangat tidak seimbang. Diakuinya, di Barombong ada tiga SMP, namun hanya ada satu SMA.

“Sangat tidak sebanding jumlah lulusan SMP yang membludak sementara dan SMA penerimanya hanya satu. Sangat tidak relevan, ” terang Riswan.

Lagi lagi dengan aduan warga bernama Ahmad Daeng Kio yang menyampaikan soal pertanian. Menurut Ahmad, saat ini petani di Kanjilo sangat membutuhkan saluran irigasi untuk sawah mereka, apalagi saat ini kemarau panjang, petani sangat butuh asupan air untuk sawahnya.

Ahmad Daeng Kio juga mewakili para petani mengusulkan bantuan traktor roda empat serta bantuan bibit padi untuk menopang produktivitas pertanian saat ini dan ke depannya.

Mendengar semua curhatan masyarakat, Indah menegaskan bahwa persoalan pendidikan menjadi perhatian serius Komisi E yang dipimpinnya.

“Pendidikan adalah hak setiap anak, dan tidak boleh ada anak yang putus sekolah hanya karena persoalan jarak dan biaya transportasi akibat penempatan zonasi
yang tidak sesuai domisili,” tandas Indah.

Indah mengaku saat ini pihaknya serius mencermati ketimpangan daya tampung di semua sekolah. Bagaimana tidak, menurutnya, umlah lulusan SMP jauh melampaui kapasitas SMA yang tersedia.

“Kedua persoalan ini akan kami tindak lanjuti ke Dinas Pendidikan Provinsi,” kata Indah didampingi Camat Barombong Rivan Maulana dan para kepala desa serta lurah setempat.

Sementara itu, aspirasi di sektor pertanian, baik menyangkut kebutuhan irigasi, traktor dan bibit padi serta usulan bantuan permodalan dan pelatihan bagi pelaku UMKM, akan diteruskan dan dikoordinasikannya dengan komisi serta organisasi perangkat daerah yang membidanginya.

Selain di Desa Kanjilo Kecamatan Barombong, di tempat berbeda, legislator Partai Gerindra ini juga menyerap aspirasi senada di tengah masyarakat Kelurahan Bontoramba, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa.

Indah dicurhati bahwa sekitar 85 persen masyarakat Bontoramba menggantungkan hidup sebagai petani, sehingga kebutuhan sarana pertanian dirasakan sangat mendesak.

Seperti disampaikan seorang perwakilan petani bernama Dg Ello. Dikatakannya, warga di kelurahan tempat tinggalnya berharap memperoleh bantuan traktor untuk mempercepat pengolahan lahan serta bantuan bibit padi guna menjaga kesinambungan hasil panen mereka.

Selain kebutuhan di sektor pertanian, warga juga menyampaikan harapan akan bantuan
pembangunan masjid sebagai sarana ibadah sekaligus pusat kegiatan keagamaan masyarakat.

Dalam dialog yang berlangsung, warga menaruh harapan besar agar aspirasi yang telah disampaikan tidak berhenti sebagai catatan, melainkan benar-benar ditindaklanjuti melalui program yang menyentuh kebutuhan dasar mereka sehari-hari.

Indah pun menegaskan pihaknya tidak akan tinggal diam. Apa yang disampaikan masyarakat akan menjadi topik utama yang akan diperjuangkannya.

Menurut Indah, dukungan terhadap petani merupakan bagian penting dari upaya menjaga ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat.

“Mayoritas warga Bontoramba adalah petani, sehingga bantuan traktor dan bibit
padi akan sangat berarti bagi produktivitas mereka. Begitu pula kebutuhan sarana ibadah, akan kami perhatikan agar memperoleh dukungan sesuai ketentuan yang berlaku,” terang Indah.

Diakui Indah, sebagai wakil rakyat, dirinya telah menanamkan komitmen tinggi untuk mengawal setiap aspirasi warga agar berujung pada program yang nyata. Indah berharap, masyarakat konstituen yang didatanginya pada masa reses kali ini tak usah berkecil hati sebab dirinya adalah wakil rakyat dan komitmen itu sejak tertanam dalam dirinya sebagai amanah. –