MAROS,UJUNGJARI.COM – Mahasiswa KKN Tematik 116 Perubahan Iklim Universitas Hasanuddin kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung adaptasi perubahan iklim melalui pemanfaatan sumber daya lokal.
Bertempat di Aula Kantor Desa Benteng Gajah, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, mahasiswa menyelenggarakan sosialisasi dan demonstrasi pembuatan spray anti nyamuk berbahan alami serta pupuk kompos berbahan dasar feses sapi. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Desa Benteng Gajah, Ansar, Sekretaris Desa, perangkat desa, anggota PKK, serta masyarakat dari berbagai dusun.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pemanfaatan bahan-bahan yang mudah diperoleh di lingkungan sekitar menjadi produk yang ramah lingkungan, bernilai guna, dan berpotensi memberikan manfaat ekonomi maupun kesehatan bagi masyarakat.
Materi pertama disampaikan oleh Andi Syafikah Satirah Ardianti, mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Hasanuddin.
Dalam sesi ini, ia mendemonstrasikan proses pembuatan spray anti nyamuk alami yang memanfaatkan bahan-bahan sederhana seperti serai, cuka, dan bahan alami lainnya sebagai alternatif pengusir nyamuk yang lebih aman dibandingkan produk berbahan kimia.
Selain mempraktikkan cara pembuatannya, Andi Syafikah juga menjelaskan manfaat penggunaan spray anti nyamuk alami sebagai upaya mengurangi paparan bahan kimia di lingkungan rumah tangga, khususnya bagi keluarga yang memiliki anak-anak.
Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan, masukan, dan diskusi mengenai formula produk yang dipresentasikan. Sekretaris Desa Benteng Gajah, Risdayanti, mengapresiasi inovasi yang diperkenalkan oleh mahasiswa KKN.
> “Program ini sangat bermanfaat dan menjadi inovasi baru bagi masyarakat desa. Spray anti nyamuk ini menggunakan bahan-bahan alami sehingga lebih aman, terutama bagi anak-anak. Kami berharap masyarakat dapat mencoba membuatnya sendiri di rumah,” ujarnya.
Sementara itu, Ibu Hasmiati PKK turut memberikan masukan terhadap pengembangan produk agar semakin nyaman digunakan oleh masyarakat.
> “Spray anti nyamuk ini sangat bermanfaat. Namun, aroma cuka masih cukup menyengat. Mungkin takaran cuka dapat sedikit dikurangi dan jumlah serai ditambah agar aromanya lebih segar tanpa mengurangi efektivitasnya,” ungkapnya.
Masukan tersebut diterima dengan baik oleh tim mahasiswa sebagai bahan evaluasi untuk penyempurnaan formulasi produk sehingga lebih sesuai dengan kebutuhan dan preferensi masyarakat.
Setelah sesi demonstrasi spray anti nyamuk, kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi dan demonstrasi pembuatan pupuk kompos berbahan dasar feses sapi yang dipandu oleh Reza Firdaus Abidin, mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin.
Dalam pemaparannya, Reza menjelaskan bahwa limbah peternakan yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal dapat diolah menjadi pupuk kompos organik yang bernilai tinggi.
Proses pembuatannya relatif sederhana dengan memanfaatkan bahan-bahan yang mudah diperoleh, seperti feses sapi, serbuk gergaji, air tape singkong, dan larutan gula, sehingga dapat diterapkan langsung oleh masyarakat tanpa memerlukan teknologi yang rumit.
Menurutnya, pemanfaatan limbah peternakan menjadi pupuk kompos tidak hanya membantu mengurangi pencemaran lingkungan, tetapi juga dapat menekan biaya pembelian pupuk sekaligus meningkatkan kesuburan tanah untuk mendukung produktivitas pertanian masyarakat.
Materi tersebut mendapat respons positif dari masyarakat, mengingat sebagian besar warga Desa Benteng Gajah memiliki usaha peternakan sapi. Salah seorang peserta dari Dusun Polewali, Ilyas, menyampaikan apresiasinya terhadap program yang dibawakan mahasiswa KKN.
> “Alhamdulillah, informasi yang diberikan teman-teman mahasiswa KKN sangat membantu kami. Di Desa Benteng Gajah banyak masyarakat yang memelihara sapi sehingga limbahnya selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal. Dengan adanya pelatihan ini, kami mengetahui bahwa feses sapi ternyata bisa diolah menjadi pupuk yang bermanfaat untuk tanaman,” katanya.
Selama kegiatan berlangsung, Kepala Desa Benteng Gajah, Ansa, turut mendampingi dan memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program. Ia mengapresiasi berbagai inovasi yang diperkenalkan mahasiswa KKN Tematik 116 Perubahan Iklim Universitas Hasanuddin karena dinilai sesuai dengan potensi dan kebutuhan masyarakat desa.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Tematik 116 Perubahan Iklim Universitas Hasanuddin berharap masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga mampu menerapkan inovasi sederhana berbasis sumber daya lokal sebagai bagian dari upaya membangun desa yang lebih mandiri, sehat, produktif, dan adaptif terhadap perubahan iklim.
Program ini menjadi bukti bahwa pengabdian mahasiswa dapat menghadirkan solusi nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat melalui pendekatan edukatif dan berkelanjutan.

