MAKASSAR, UJUNGJARI–Kejaksaan Tinggi Sulsel akan melakukan dialog berkaitan dengan ancaman jelang pemelihan kepala daerah serentak. Tujuannya agar proses pemilihan kepala daerah serentak ini dapat berjalan aman dan damai.
Kepala Kejaksaan Tinggi Sulsel Firdaus Dewilmar mengungkapkan dialog tersebut akan mengahadirkan beberapa narasumber baik itu tokoh agama, pemuda hingga para akademisi dan pengamat politik.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Nantinya kata Firdaus, dialog itu akan membahas beberapa ancaman pilkada, baik itu susupan dari tindakan dan potensi radikalisme, hingga pada adanya disintegrasi bangsa yang dapat memecah bela.
” Dengan merajut nilai nilai kebangsaan menggelorakan semangat bela negara menangkal radikalisme dalam rangka menjaga stabilitas keamanan diharapkan pilkada serentak dapat berjalan aman dan damai,” urai Firdaus.
Karena kata Ia, bila kontestasi pemilihan tersebut dapat berjalan dengan damai, dan tanpa adanya kecurangan dan Money politik tentunya akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi serta melahirkan pemimpin yang aspiratif dan demokratis.
” Tentunya dengan melahirkan pimpinan yang aspiratif tersebut menimbulkan kesinambungan pembangunan yang berdampak kepada masuknya Investasi dan Memacu pertumbuhan ekonomi apalagi didukung dengan hadirnya semangat bela negara serta tumbuhnya nilai nilai kebangsaan ditengah masyarakat yang pluralis dengan berbagai macam suku dan budaya, tentu isu radikalisme juga dapat diminimalisir sehingga NKRI yang berdasarkan pancasila tetap berdiri kokoh mengayomi seluruh masyarakat dengan ragam budaya,” katanya
Firdaus menambahkan inisiasi yang dilakukan Kejaksaan ini untuk menjadi proxy terhadap upaya sekelompok oknum yang ingin menyusupi dan memanfaatkan momen pilkada ini dengan mengadu domba masyarakat dengan berita bohong yang menjurus kepada isu sara yang dapat menjadi ancaman stabilitas NKRI.
” dan yang harus diingat ancaman pilkada itu tak hanya muncul pada saat pemilihan dilaksanakan, melainkan sebelum, saat dan sesudah pemilihan dilakukan,” tuturnya
Khusus untuk pengawalan, Kejaksaan kata Ia telah menurunkan beberapa Jaksa terbaik untuk ikut bergabung dengan sentra Gakumdu Bawaslu untuk mengawasi jalannya pemilihan tersebut.
” karena kemajuan suatu daerah ditentukan dari proses pemilihan kepala daerahnya, kalau prosesnya bagus, tentu pemimpin yang muncul adalah pemimpin yang amanah dan aspiratif,” tutupnya (qadri)

