GOWA, UJUNGJARI.COM — Hujan deras yang mengguyur sehari semalam, Kamis hingga Jumat (6/3/2020) subuh membuat jalan poros Balangbalang-Bontomanai, Kelurahan Bontomanai, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa. 

Air dari persawahan yang terhampar melimpah ruah menyeberang jalan dengan arus yang agak deras milai pukul 06.00 Wita. Luapan air dari arah selatan persawahan ini rupanya tidak hanya menggenangi poros Jl Malino Raya tapi juga menggenang di dalam rumah-rumah warga di Jl Borongsapiri, samping Puskesmas Bontomarannu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sepanjang kurang lebih 300 meter genangan air merajai jalan raya mengakibatkan para pengendara baik mobil maupun motor harus berhati-hati. Selain tidak melihat fisik aspal yang tertutupi air keruh juga sisi kiri kanan jalan raya cukup tinggi sehingga dikuatirkan kendaraan bisa terjungkal di pinggir jalan dan masuk sawah.

Antrean panjang kendaraan melintas. Sejumlah sepeda motor pun ngadat, mogok kemasukan air. Ada juga motor yang terpaksa didorong ramai-ramai oleh warga sekitar yang berbondong-bondong datang menonton luapan air tersebut.

” Hampir setiap tahun jika musim hujan tiba poros jalan dan persawahan ini selalu langganan genangan. Tingginya paling lutut anak-anak atau sebetis orang dewasa. Cuma bahaya juga karena arus air dari seberang agak deras sehingga bisa juga membuat celaka bagi pengendara motor,” kata Nursalam, warga Balang-balang.

Hingga pukul 12.15 Wita, genangan air di poros Balangbalang-Bontomanai masih terjadi. Biasanya jika sudah sore asal hujan tidak turun lagi maka air akan surut dengan sendirinya.

Terkait genangan yang melanda wilayah Kelurahan Bontomanai ini, Rini Kabid OP BBWSPJ melalui grup WhatsApp menyampaikan jika genangan yang terjadi di Kelurahan Bontomanai ini akibat run off sekitar sehingga sungai di sekitarnya meluap (orde 2 sungai Tallo). Muaranya ke sungai Tallo.

” Kami masih di sejumlah titik memantau kondisi genangan serta mencari penyebab lain genangan,” kata Rini yang dihububgi via WhatsApp-nya.

Sementara itu, genangan deras air persawahan yang melintas di atas aspal ini membawa rejeki bagi segenap warga sekitar. Pasalnya, baik remaja, anak-anak dan orang dewasa lainnya yang ikut membantu mendorong sepeda motor atau mobil yang ngadat jalan diberi recehan uang capek.

Sementara warga yang rumahnya tergenang air seperti yang dialami Hj Te’ne mengaku keluarganya harus kerja ekstra mengangkat/menumpuk seluruh perabot berbahan kain agar tidak terendam air. Meski sejumlah perabotan eletroniknya sudah digenangi separuh seperti lemari es dan lainnya.  (sari)