TAKALAR, UJUNGJARI-Selain penyebaran covid – 19 yang mengakibatkan masyarakat resah sehingga mengalami kepanikan, ternyata di Sekretariat DPRD Takalar bukan hanya covid 19 yang diresahkan tetapi gaji atau honor kurang lebih 70 tenaga security dan tenaga kontrak juga diresahkan karena selama empat bulan belum terbayarkan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
” Bukan hanya virus corona yang membuat kami resah, gaji selama 4 bulan belum terbayarkan,” Aku sejumlah tenaga security DPRD Takalar, Selasa (7/4/2020)
Belum terbayarnya gaji mereka, berdasarkan informasi yang dihimpun digedung DPRD Takalar karena surat keputusan (SK) pimpinan OPD, dalam hal ini Sekretaris Dewan (Sekwan) H Abbas Tola belum ditanda tangani.
” Menurut bendahara pengeluaran DPRD Takalar gaji belum dapat dibayarkan karena SK baru tahun anggaran 2020 belum ditanda tangani,” Ucap salah satu tenaga kontrak DPRD Takalar, minta namanya dirahasiakan.
Sejumlah anggota DPRD Takalar yang dimintai tanggapannya sekaitan mandeknya pembayaran gaji tenaga security dan tenaga kontrak (K II) disesalkan dan berharap pimpinan OPD segera mengakselerasi pembayaran gaji tersebut.
” Sangat disesalkan, kalau gaji mereka belum terbayar, apa lagi disaat seperti ini,” Tandas H Indar Jaya.
Diketahui tenaga kontrak atau CASN kategori dua (K2) yang aktif disekretariat DPRD Takalar sebanyak19 orang dan tenaga security kurang lebih 50 orang. (Ari Irawan)

