BARRU,UJUNGJARI– Saat press release covid-19 dihari ke 16 dipimpin Bupati Barru Suardi Saleh terungkap jika jumlah orang tanpa gejala sudah mencapai 968. Tetapi hanya dalam tempo sehari, angka itu berubah dan meningkat secara tajam.dihari ke 17 ketika konferensi pers dipimpin jubir Tim Gugus Percepatan Pencegahan Covid-19, dr Amis Rivai.

Jubir Covid-19 kabupaten Barru dr Amis merilis data monitoring dihari ke 17, kamis(9/4) sore bahwa OTG sudah mencapai 1.026 orang. Diakui Kadis Kesehatan Barru bahwa status OTG sudah ada sebelum pandemi covid-19 mewabah seperti sekarang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Data lengkap OTG ada diseluruh Puskesmas dan di Dinas Kesehatan. Hanya saja tidak dirilis karena pertimbangan belum termasuk dalam format covid-19,” ujar dr Amis.

Keberadaan OTG tersebar dimana-mana dan lebih banyak asal muasalnya dari transmisi lokal dan para perantau. Kedua sumber daya manusia ini dinilai paling potensial masuk dalam status orang tanpa gejala.

” Kendati begitu, pihak pùskesmas tetap memantau status OTG, meski tidak seketat dengan status yang masuk dalam format covid-19,” jelasnya.

Sehari sebelumnya Bupati Barru Suardi Saleh mengungkapkan justru kategori orang tanpa gejala( OTG) harus lebih diwaspadai karena sulit dideteksi siapa yang masuk dalam status tersebut.

“Memang OTG belum masuk dalam ODP. Tetapi potensi ke arah itu bisa saja dari OTG. Makanya masyarakat mesti lebih waspada dan tetap menjaga pola hidup bersih supaya kita lebih sehat . Tentu cara tersebut harus dimulai dari diri sendiri dan mematuhi aturan pemerintah seperti rajin cuci dan tetap memakai masker,” pungkas Suardi. (udi)