GOWA, UJUNGJARI.COM — Saat ini banyak masyarakat kurang paham tentang bagaimana cara mengetahui seseorang yang dikategorikan positif karena virus corona (covid-19). 

Salah satu cara medis untuk mengetahui positif tidaknya seseorang terjangkit covid-19 adalah pemeriksaan swab (lendir). Namun pemeriksaan swab ini terbilang memakan waktu. Sehingga terkadang terjadi kematian yang disebut positif namun status ini menggantung lantaran hasil swabnya belum keluar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Nah untuk memudahkan kita untuk cek awal kondisi kesehatan apalagi ada gejala klinis menyertai maupun tidak, maka pemerintah melakukan pemeriksaan pra swab yakni disebut dengan Rapid-test.

Seperti dikatakan Humas RSUD Syekh Yusuf Kabupaten Gowa Dr H Muh Taslim, SKM, MKes, bahwa Rapid-test bukan diagnostik, tapi sebagai screening atau seleksi atau pilah antara yang berpotensi atau yang tidak berpotensi terinfeksi krn ada keluhan klinis, risiko terpapar dan seterusnya. Walau bukan diagnostik, pemeriksaan ini sangat membantu dalam memutus mata rantai penularan. 

” Perlu diketahui pemeriksaan diagnostik untuk corona virus (Covid-19) adalah real time-PCR (RT-PCR) melalui swab atau usapan tenggorok;Hasil positif (+) pada Rapid-test tidak serta-merta menjadi vonis bagi seseorang sebagai penderita Covid-19, tapi mesti diikuti dengan RT-PCR tersebut. Ini penting diketahui untuk menghindari stigmatisasi di tengah masyarakat kepada yang sudah menjalani Rapid-test dengan hasil positif (+) tersebut. Tapi perlu diketahui pula, bahwa hasil negatif pada Rapid-test bukan berarti bebas Covid-19. Diulang kembali setelah 10 hari. Bila tetap negatif (-) berarti bebas Covid-19. Tapi bila positif (+) maka harus diikuti pemeriksaan RT-PCR,” jelas Dr H Muh Taslim.

Dikatakannya, baik yang positif maupun yang negatif tetap prosedur isolasi/karantina diri, karena yang diperiksa adalah hanya mereka yang secara surveilans dianggap ada keterkaitan dengan Covid-19.

” Semoga penjelasan tentang apa itu Rapid-test dan apa kegunaannya, bisa diketahui masyarakat luas sehingga bisa memilah pernyataan positif negatif dari hasil Rapid-test ini,” kata Dr H Muh Taslim, Senin (13/4/2020) pukul 20.16 Wita.-