MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Dana kelurahan untuk percepatan penanganan corona virus (Covid-19) di kota Makassar, diharapkan bisa terealisasi sebelum pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) pada 24 April mendatang.
Masyarakat berharap, pemerintah segera merealisasikan dana kelurahan tersebut secara merata dan tepat sasaran.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Nuraeni (40) warga BTP kelurahan Buntusu, kecamatan Tamalanrea, Makassar, mengatakan, sebelum PSBB diperlakukan, pemerintah harus siap dan memberikan bantuan kepada warga. Itu untuk meringankan beban masyarakat saat pemberlakuan PSBB.
“Iya dong, pemerintah harus menjamin masyarakatnya. Kalau PSBB berlaku, bagiaman kami mau cari uang untuk makan. Jangankan PSBB, pada saat PSBK saja seperti sekarang ini susahnya minta ampun. Mau makan saja susah sekali,” kata Nuraeni ibu rumah tangga.
“Suami saya tukang ojek, anak saya tiga. Kalau suami saya tidak keluar ngojek, bagaimana kami bisa makan,” tuturnya.
Lurah Buntusu, Kecamatan Tamalanrea, H Meinsani, mengimbau masyarakat agar tidak panik ditengah pandemi Covid-19. Pemerintah sudah memikirkan dan berusaha mengatasi masalah warga yang terdampak.
H Sani — sapaan akrab H Meinsani, mengatakan, untuk membantu mengatasi dampak Covid-19 ini, pemerintah akan menggelonrotkan dana kelurahan.
Khusus dana kelurahan Buntusu, lanjut H Sani, sesuai DPA sebesar Rp450 juta. Dana kelurahan tersebut yang semula untuk infrastruktur dan kegiatan pelatihan kewiraushaan, dialihkan total untuk penanganan Covid-19.
“Kemarin, kami semua lurah rapat dengan Pak Wali dan Pak Gubernur. Kami diminta mengatasi warga yang terdampak Covid, apalagi jelang pemberlakuan PSBB,” kata H Sani kepada ujungjari.com.
Ia menjelaskan, dana kelurahan di kota Makassar bervariasi. Terganrung usulan kelurahan masing-masing.
Khusus kelurahan Buntusu itu sebesar Rp450 juta. Dana itu kami usulkan untuk pembelian APD seperti kaos tangan, masker. Pengadaan tenda posko, cairan disinfektan, pengadaan alat pengukur suhu dan beberapa lainnya.
Selain itu, kami akan membagikan paket sembako untuk 800 KK warga miskin di Buntusu. Sembako itu senilai Rp200 ribu per paket.
“Saya juga belum tahu, apakah semua di pihak ke tiga kan, atau kami sendiri yang mengadakan. Jadi Rp130 juta khusus untuk APD dan beberapa kebutuhan tim posko Covid-19 kelurahan Buntusu. Selebihnya itu untuk pengadaan logistik atau paket sembako (800 kk),” ketus H Sani.
Sementara Lurah Tamalanrea Jaya, Andi Salman Baso, mengungkapkan, bahwa bana kelurahan Tamalanrea Jaya sebesar Rp380 juta.
“Dana kelurahan ini memang difokuskan untuk penanganan Covid-19. Saya belum tahu teknisnya bagaimana, karena kami lurah hanya mengusulkan. Kita berharap bisa terealisasi sebelum PSBB diberlakukan, agar masyarakat bisa aman dan tenang di rumah,” kata Andi Salman. (drw)

