GOWA, UJUNGJARI.COM — Ketua Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Gowa Adnan Purichta Ichsan yang juga Bupati Gowa menerima kucuran 1.000 pcs masker medis dan 30 lembar baju hazmat serta 288 buah sabun mandi dari Menteri Pertanian Republik Indonesia Syahrul Yasin Limpo (SYL).

Bantuan APD tersebut diserahkan langsung Mentan SYL sesaat tiba di Baruga Krg Galesong kantor Bupati Gowa yang dijadikan sebagai Posko Induk Penanganan Covid-19 Kabupaten Gowa, Senin (20/4/2020) malam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kedatangan Mentan RI serangkaian kunjungannya ke beberapa kabupaten di Sulsel terkait pandemi covid-19 yang tengah melanda Indonesia.

” Bantuan ini masih terlalu kecil, hanya saja penanganan pandemi covid-19 ini menjadi tanggung jawab kita bersama. Bantuan ini sebagai bentuk dukungan kami kepada para tim medis yang selalu ada di garda paling depan untuk menangani pasien yang terjangkit termasuk tim medis yang ada di Gowa ini,” kata SYL usai menyerahkan bantuannya disaksikan Wakil Bupati Gowa Abd Rauf Malaganni Krg Kio bersama Kapolres Gowa AKBP Boy FS Samola, Dandim 1409 Gowa Letkol Arh Muh Suaib dan anggota Forkompinda Kabupaten Gowa lainnya.

Bantuan kemanusiaan ini kata mantan Gubernur Sulsel dua periode ini dia serahkan di sejumlah kabupaten/kota yang terdampak covid-19 termasuk di Kabupaten Gowa yang dianggap sebagai salah satu dari tiga wilayah epicentrum penyebaran di wilayah Sulawesi Selatan. 

” Kami harapkan bantuan ini betul-betul dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk penanganan covid-19 di Gowa ini,” harap SYL. 

Mendengar arahan Mentan, Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan pun mengiyakan menjalankan amanah tersebut dengan sebaik-baiknya, apalagi bantuan berupa APD ini memang sangat dibutuhkan  oleh tenaga medis saat ini. 

Adnan menjelaskan, tingginya angka kasus covid-19 di Kabupaten Gowa dikarenakan daerah tersebut berbatasan langsung dengan Ibukota Makassar termasuk Maros sehingga  tiga wilayah ini menjadi epicentrum penyebaran tertinggi di Sulsel.

Adnan menyebutkan saat ini jumlah warga yang teridentifikasi positif covid-19 sebanyak 25 orang, 304 yang ODP (orang dalam pemantauan) dan  131 orang yang PDP (pasien dalam pengawasan).

” Salah satu indikator tingginya penyebaran covid-19 masuk ke Gowa karena 40-45 persen masyarakat Gowa beraktivitas di Makassar dan 25 orang yang positif ini 80 persennya merupakan masyarakat Gowa yang bekerja di Makassar,” papar Adnan.

Dari dasar itulah kata Adnan, Pemerintah Kabupaten Gowa memutuskan agar dilakukan PSBB (pembatasan sosial berskala besar). Rencana itupun dibuktikan dengan  telah diusulkannya proposal permohonan PSBB Menteri Kesehatan melalui Gubernur Sulsel. Surat proposal usulan PSBB itupun sudah berada di tangan gubernur dan saat ini telah pula diteruskan oleh gubernur ke Menkes RI.

“Jika intervensi pemerintah bisa dikuatkan, yakin dan percaya kita mampu memutuskan mata rantai penularan covid-19 ini khususnya di Kabupaten Gowa,” kata Adnan.-