MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Oknum Camat Tamalanrea, kota Makassar, harus ikut bertanggungjawab dengan adanya pengrusakan hutan bakau (Mangrove) di Lantebung, kelurahan Bira, kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar.
Sebab diduga kuat oknum Camat Tamalanrea dan Lurah Bira melakukan pembiaran terhadap aktivitas pematangan lahan oleh pengusaha yang berujung pada pengrusakan hutan mangrove di daerah itu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Aktivis Lingkungan Akbar Yunus meminta kepada pihak yang berwenang agar mengusut tuntas kasus tersebut. “Periksa dan tangkap semua pelaku yang terlibat dalam pengrusakan hutan mangrove di Lantebung. Termasuk oknum Camat Tamalanrea dan oknum Lurah Bira yang diduga melakukan pembiaran atas pengrusakan mangrove di Lantebung,” kata Akbar Yunus.
Kasus pengrusakan mangrove di Lantebung ini, lanjut Akbar, memang sudah ditangani oleh Dinas Kehutanan Sulsel dan DLH Kota Makassar. Hanya saja, sampai sekarang tidak jelas penanganannya.
“Kami menduga Dishut dan DLH Makassar, ada kong kali kong dengan oknum pengusaha pelaku pengrusakan mangrove. Iya dong, semua orang bisa curgia, ada apa sampai sekarang tidak ada perkembangan penanganan kasusnya,” pungkasnya.
“Ini kasus pidana, dan tidak bisa main-main. Kalau Dishut Sulsel dan DLH Makassar tidak mampu mengatasi kasus ini, serahkan saja ke Polda atau Kejati. Biarkan pihak Kejati atau Polda yang tangani,” beber Alumni Fakultas Ilmu Kelautan Universitas Hasanuddin.
Sementara Lurah Bira Muh Kasim yang dihubungi beberapa waktu lalu, mengaku bawha kasus ini sudah ditangani Dinas Kehutanan Sulsel dan DLH Kota Makassar. “Sudah ditanganimi, DLH sudah turun ke lokasi dan sudah menghentikan semua aktifitas di lokasi itu. Saya juga sudah di BAP,” kata Muh Kasim.
Kasim mengaku tidak mengetahui persis persoalan ini. Karena aktivitas pematangan lahan di kawasan mangrove Lantebung itu dilakukan “Cokko-cokko” oleh PT Tompo Dalle.
“Saya tidak tahu, mereka itu cokko-cokko masukkan alat berat untuk pematangan lahan. Kami juga sesalkan, kenapa mereka membabat mangrove yang ada di daerah itu,” akunya. (drw)

