ikut bergabung

Lepas Peserta Susur Sungai, Aslam Minta Jeneberang Dijaga

SUNGAI. Pjs Bupati Gowa Andi Aslam Patonangi saat menghadiri peringatan empat tahunan pendirian Sekolah Sungai Jeneberang Gowa.(foto/ist)

Sulsel

Lepas Peserta Susur Sungai, Aslam Minta Jeneberang Dijaga

GOWA, UJUNGJARI.COM — Air memiliki peran yang sangat penting. Sebagai sumber air bagi manusia dan ekosistem sekitar, Pjs Bupati Gowa Andi Aslam Patonangi pun meminta agar sungai sebagai sumber air diperlakukan dengan bijak dan dijaga.

Hal ini disampaikan Aslam Patonangi saat menghadiri peringatan empat tahun berdirinya Sekolah Sungai Jeneberang yang dirangkai pelepasan peserta susur sungai dan peringatan maulid Nabi Muhammad SAW di sekretariat Sekolah Sungai Jeneberang di Kelurahan Tompobalang, Kecamatan Somba Opu, Kamis (19/11/2020).

” Dengan kebijakan kita mengolah Sungai Jeneberang. Ini bisa kita manfaatkan sebagai sumber irigasi ribuan hektar sawah kita di Kabupaten Gowa dan bisa menjadi sumber air bersih,” ujar Aslam yang juga menandatangani prasasti peresmian Sekretariat Sekolah Sungai Jeneberang.

Aslam menambahkan, selain menjadi sumber pengairan persawahan di Kabupaten Gowa, sungai Jeneberang ini juga menjadi sumber air bersih bagi Kota Makassar. Sehingga sungai ini harus dirawat dan diperlakukan dengan bijak.

Aslam menyambut baik keberadaan Sekolah Sungai Jeneberang yang sudah berusia empat tahun ini. Dirinya berharap pengelola Sekolah Sungai Jeneberang ini tetap menjaga spirit dan terus memaksimalkan mengedukasi masyarakat bagaimana mengelola sungai dengan bijak.

” Terimakasih yang setinggi-tingginya atas terselenggaranya sekolah sungai ini, begitu juga kepada Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang dan semua pihak yang ikut berpartisipasi sehingga kedepan kita berharap sungai Jeneberang ini menjadi sumber daya air yang optimal dan berfungsi sebesar-besarnya untuk kemakmuran masyarakat Kabupaten Gowa dan sekitarnya,” harapnya.

Kabid Operasi Pemeliharaan (OP) BBWSPJ Rini Harun mewakili kepala balai mengatakan pihaknya terus mendukung keberadaan Sekolah Sungai Jeneberang ini, salah satunya dengan mendirikan sekretariat.

Menurutnya kehadiran sekolah non formal ini sebagai tempat edukasi masyarakat dalam upaya pengelolaan sumber daya air dan meningkatkan kualitas hidup. 

” Saya berharap keberadaan Sekolah Sungai Jeneberang ini juga tetap konsisten dalam memberikan dampak positif dalam membenahi sungai dan mempertahankan lingkungan yang yang sudah tertata dengan baik,” harapnya.

Sekolah Sungai Jeneberang ini berdiri pada 19 November 2016 dideklarasikan di Bilibili. Sekolah ini yang pertama terbentuk di Sulawesi Selatan dan pertama di Indonesia Bagian Timur.-

Komentar Anda

Channel

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Berita lainnya Sulsel

Populer Minggu ini

Arsip

To Top